TNI AD Rencana Bangun 22 Kodam Baru, Ini Progresnya

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan perkembangan atau progres pembangunan Kodam baru yang direncanakan ditambah 22 Kodam.
Menurutnya saat ini pembangunan kodam baru masih dalam tahap pengkajian termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN). Diketahui dengan penambahan ini total jumlah kodam menjadi 37 dari sebelumnya 15 kodam.
Baca Juga: Puluhan Prajurit Taifib Terjun Bebas di Ketinggian 8 Ribu Kaki
Lebih lanjut kata Maruli, penambahan kodam baru itu mengacu pada dinamika masyarakat yang terus bertumbuh. Pembangunan kodam, harus selaras dengan perkembangan masyarakat dan potensi ancaman wilayah.
"Itu kan ngelihat dari bentuk ancaman, bentuk fungsinya, tentara untuk pengabdian. Itu kita harus menyesuaikan karena jumlah penduduk di kita dulu masih 125 juta, sekarang sudah 278 juta," kata Maruli di Denpasar beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari detik, Senin, (3/6).
Baca Juga: TNI Siap Dikirim Jadi Pasukan Perdamaian ke Palestina
Sementara itu terkait upacara pengibaran bendera peringatan HUT ke-79 RI pada 17 Agustus mendatang, Maruli memastikan akan dilangsungkan di IKN.
"Nanti kan 17-an kami di sana semua. Kami sudah siapkan," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































