Wapres Apresiasi KSAD Gelar Istighosah: Ulama dan TNI Harus Bersatu Demi NKRI

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menggelar Istighosah Doa Keselamatan Bangsa dalam momentum memperingati Isra Mi'raj 1444 H, di Cianjur, Minggu, (19/2).
KSAD hadir bersama Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin dan Kyai Cholil Nafis.
Acara dimulai dari melaksanakan Sholat Subuh berjamaah dan Khotmul Quran selanjutnya Istighosah.
Pada kesempatan tersebut, Wapres memuji kegiatan ini, karena katanya TNI dan Ulama harus bersatu demi NKRI.
"Yang saya hormati, Bapak Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, saya nyebutnya jenderal santri. Karena memang beliau ini santri sebenarnya. Makanya tidak heran kalau (beliau) bikin istigasah, bikin zikir, bikin doa, dan salat subuh karena beliau santri," kata Wapres.
Baca: AS Sebut 30.000 Tentara Bayaran Rusia Jadi Korban di Ukraina
Wapres berharap ke depan akan banyak jenderal-jenderal santri di Indonesia. Menurut Wapres, santri memiliki komitmen keagamaan dan komitmen kebangsaan karena santri dari dulu berjuang untuk membela negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































