HANKAM

Wapang TNI Jenderal Maruli Simanjuntak Tinjau Perbatasan dan Pembangunan Infrastruktur di Miangas

Wapang Panglima TNI sekaligus Kepala BNPPDT Letjen Maruli Simanjuntak
Wapang Panglima TNI sekaligus Kepala BNPPDT Letjen Maruli Simanjuntak meninjau sumur bor di Miangas. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Wakil Panglima TNI yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengunjungi Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Kamis (22/10) untuk meninjau, melaksanakan pengawasan, serta mengevaluasi Satgas Pengamanan Pulau Terluar dan Perbatasan.

Maruli mengatakan, pengawasan dan evaluasi menjadi bagian dari upaya untuk mengidentifikasi kebutuhan serta kendala yang dihadapi dalam tugas pengamanan dan pembangunan perbatasan.

Ia kemudian meninjau sejumlah lokasi seperti di titik nol Miangas, kondisi jalan desa, revitalisasi sekolah, pembangunan sumur bor, hingga Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) Miangas.

Baca Juga: TNI Siapkan Tiga Pesawat Khusus Penyemai Udara, Perkuat Modifikasi Cuaca Penanganan Karhutla

Selain itu, untuk menyerap aspirasi dan masukan untuk program kerja TNI, Maruli berdialog dengan sejumlah masyarakat.

Untuk memastikan keberlanjutan program di Miangas dan mengidentifikasi kendala yang ditemukan selama bertugas, Maruli menyampaikan jika perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut.

“Saya kira ada beberapa hal yang mungkin nanti kita perlu diskusikan supaya semua program itu bisa berlanjut. Sementara ini, saya cari, mengumpulkan apa kira-kira permasalahan-permasalahannya, nanti kita cari ide-ide apa yang bisa kita lakukan,” kata Maruli.

Baca Juga: Laksma Hariyo Poernomo Resmi Pimpin Kodaeral III Gantikan Laksda Uki Prasetia

Diharapkan, dengan kolaborasi antara TNI dan instansi terkait melalui pengamanan yang semakin optimal serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat di Miangas semakin meningkat.

Seperti diketahui, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil panglima TNI sekaligus Kepala badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil pada Kamis 15 Oktober 2026 di Istana Negara.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 105/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

Baca Juga: 136 Prajurit Jajaran Kogabwilhan III Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Selepas pelantikan, Maruli menjelaskan BNPPDT menjadi gagasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil. Gagasan tersebut, menurutnya, sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

“Ini jadi badan pengelola perbatasan sekarang jadi badan pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.