Wamenhan RI Terima Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (ABDB)

Jakarta, IDM - Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) M. Herindra menerima courtesy call dari Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (ABDB), Mayjen Haji Muhammad Haszaimi Bin Bol Hassan, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, pada Selasa (6/12).
Pertemuan ini merupakan wujud visi diplomasi pertahanan dari Menhan Prabowo Subianto, maka kerja sama pertahanan dengan negara-negara tetangga merupakan langkah yang harus terus dipelihara guna menjaga keamanan kawasan regional. Dan selain itu sebagai wujud kerja sama bidang pertahanan antara kedua negara yang sudah cukup lama terjalin.
“Indonesia dan Brunei memiliki sejarah panjang terkait kerja sama pertahanan. Brunei adalah sahabat lama bagi Indonesia, dan selamanya akan terus menjadi saudara,” ujar Herindra.
Baca: Ini Tiga Kesepakatan dalam UU Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura-Fiji
Turut hadir mendampingi Wamenhan Herindra adalah Dirjen Pothan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirjen Renhan Kemhan Laksma TNI Supo Dwi Diantara, Kapuskersin TNI Laksma TNI Bambang Darmawan, serta Asisten Khusus 1 (AK 1) Wamenhan bid Hubungan Internasional, Brigjen (Purn) Saptono Aji. (gin)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































