HANKAM

Wakil Sementara Danbrigif 3 Pimpin Tradisi Yudha Wastu Pramuka Jaya di Maros

Peleton YWPJ
Peleton YWPJ ke-6 dari Yonif 726/Tamalatea, Kodam XIV/Hasanuddin membawa simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ). (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Dalam rangkaian peringatan Hari Juang Infanteri ke-77, Brigade Infanteri 3/Tri Budi Sakti (Brigif 3/TBS) menggelar upacara serah terima simbol Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) di Markas Brigif 3/TBS, Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (18/12).

Dikutip dari Penerangan Kostrad, Senin (22/12), upacara yang mengusung tema “Mewujudkan Prajurit dan Satuan Infanteri yang Prima Bersama Rakyat dalam Rangka Mewujudkan Tugas Pokok TNI AD” dipimpin Wakil Sementara (Ws). Danbrigif 3/TBS, Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan sejarah lintas peristiwa YWPJ, dilanjutkan dengan penyerahan simbol YWPJ, pembacaan amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman, serta ikrar Korps Infanteri.

Baca Juga: Amankan Arus Natal dan Tahun Baru, TNI AL Siaga di Selat Bali

Seluruh rangkaian ini menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengabdian prajurit Infanteri sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Pada kesempatan tersebut, Peleton YWPJ ke-5 dari Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WSJ) Kostrad secara resmi menyerahkan simbol YWPJ kepada Peleton YWPJ ke-6 dari Yonif 726/Tamalatea, Kodam XIV/Hasanuddin, untuk melanjutkan perjalanan estafet tradisi ke etape berikutnya.

Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo, dalam amanatnya, menyampaikan apresiasi kepada Peleton YWPJ ke-5 atas dedikasi dan semangat juang yang ditunjukkan selama membawa simbol YWPJ.

“Selamat datang kepada Peleton YWPJ ke-5 di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Terima kasih telah membawa simbol YWPJ ke tempat tujuan dengan aman. Silakan kembali ke induk pasukan untuk melaksanakan istirahat,” ujarnya.

Baca Juga: Alasan Warga Serahkan Senjata Api Sukarela ke TNI AD

Kepada Peleton YWPJ ke-6, ia memberikan ucapan selamat bertugas dan menekankan pentingnya melanjutkan estafet pembawaan simbol dengan penuh tanggung jawab.

Ws. Danbrigif 3/TBS menegaskan bahwa tradisi Yudha Wastu Pramuka Jaya bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan atas jasa para pendahulu TNI AD yang bersama rakyat berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Tradisi ini diharapkan mampu menanamkan nilai juang, militansi, serta kebanggaan korps bagi setiap prajurit Infanteri, sekaligus memperkuat ikatan antara TNI AD dan rakyat sebagai fondasi utama pertahanan negara. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.