Wakil Pimpinan OPM Kodap IV/Sorong Menyerahkan Diri ke TNI

Jakarta, IDM – Wakil pimpinan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Kodap IV/Sorong Raya berinisial HK bersama keluarganya menyerahkan diri ke Satgas Yonif 501/Bajra Yudha.

Dilansir keterangan resmi Pensatgas Yonif 501/Bajra Yudha, Kamis, (16/1) HK adalah salah satu pelaku penyerangan Posramil Kampung Kisor, Maybrat, pada 2 September 2021 yang mengakibatkan gugurnya empat prajurit TNI, termasuk Komandan Posramil.
Baca Juga: Pelatihan Komcad Ditingkatkan, Ada Teknologi Siber dan Operasi di Lingkungan Perkotaan
HK dijemput pada 14 Januari 2025 di ujung Kampung Fuog. Proses ini melibatkan Satgas Yonif 501/BY dan perwakilan pemerintah Kabupaten Maybrat, termasuk Kepala Bagian Eksodus/Pemulangan.

Setelah penjemputan, HK dan keluarganya diantar ke Kampung Sorry untuk bertemu dengan keluarga besar mereka. Satgas Yonif 501/BY juga berkoordinasi dengan Kapolres Maybrat terkait proses hukum selanjutnya. Berdasarkan hasil koordinasi, HK diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Maybrat untuk langkah lebih lanjut yang akan ditangani oleh Polres Maybrat.
Baca Juga: Atase Pertahanan Indonesia Kunjungi Pabrik Senjata Thailand
Sejak bertugas di Kabupaten Maybrat pada tahun 2024, Satgas Yonif 501/BY telah berhasil menurunkan 3 simpatisan dan 8 anggota OPM dari Kodap IV/Sorong Raya untuk kembali ke pelukan NKRI. Ini merupakan buah hasil dari pendekatan humanis dan dialogis yang diterapkan oleh Satgas dalam menangani permasalahan konflik di wilayah tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































