HANKAM

Wakil KSAU Soroti Empat Aspek Utama Jelang Hadirnya Alpalhankam Baru di TNI AU

Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakil KSAU Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memimpin rapat koordinasi pembahasan kebutuhan personel penerbang untuk mendukung pengoperasian Alpalhankam baru serta pengawakan skadron udara di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menyoroti empat aspek utama yang menjadi acuan perencanaan TNI Angkatan Udara (TNI AU) jelang hadirnya sejumlah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) baru.

Keempat aspek itu adalah peningkatan kualitas penerbang yang berkarakter, kesiapan ekosistem pendukung setiap platform, kesinambungan pelatihan dan regenerasi, serta penyiapan rencana jangka panjang bagi lokasi skadron yang akan menerima Alpalhankam baru.

Baca Juga: Kapusziad: Zeni Angkatan Darat akan Tambah Alat Teknologi Sesuai dengan Tipologi Wilayah

Hal tersebut disampaikan Wakil KSAU saat memimpin rapat koordinasi pembahasan kebutuhan personel penerbang untuk mendukung pengoperasian Alpalhankam baru serta pengawakan skadron udara di Mabesau, Jakarta, Selasa (14/10).

“Seluruhnya diharapkan mendukung pembangunan Integrated Air Defense Layered System yang tengah dikembangkan TNI AU,” ungkap Tedi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (15/10).

Rapat koordinasi
Rapat koordinasi pembahasan kebutuhan personel penerbang untuk mendukung pengoperasian Alpalhankam baru serta pengawakan skadron udara di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Kehadiran Alpalhankam baru disebut Tedi membawa konsekuensi terhadap struktur organisasi, pola pelatihan, kebutuhan personel, serta kesiapan sistem dukungan logistik.

“Tentunya, setiap Alpalhankam ini akan membawa konsekuensi besar terhadap struktur organisasi, pola latihan, kebutuhan personel, dan sistem dukungan logistik yang menyertainya,” ungkap Wakil KSAU.

Baca Juga: Begini Cara Kopaska Lakukan SAR di Kedalaman Laut

Secara khusus, Tedi mengarahkan agar roadmap pelatihan dan penyiapan personel harus diatur lebih awal sehingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) dapat selaras dengan kedatangan Alpalhankam baru.

“Proyeksi personel dan roadmap pelatihan harus mulai disusun sejak awal agar kesiapan sumber daya manusia tidak menjadi faktor penghambat,” pungkas dia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.