HANKAM

Wakil KSAU Pastikan Sistem OMC pada Pesawat-pesawat TNI AU Siap Dukung Penanganan Karhutla

Tedi Rizalihadi
JTAC Denmatra Korpasgat mengendalikan serta mengoordinasikan dukungan udara (Close Air Support/CAS) dalam Latgabma Keris Woomera 2026. (Foto: Dok. Instagram @korpasgat_tniau)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memastikan sistem Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada pesawat C-130 Hercules dan CN-295 siap beroperasi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra serta Kalimantan.

Kesiapan sistem tersebut dipastikan oleh Wakil KSAU saat melakukan peninjauan di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15 serta Sathar 14 Depo Pemeliharaan (Depohar) 10, Bandung, Rabu (21/10).

Baca Juga: Digagalkan! Tim Gabungan TNI AL Amankan 12 Warga Vietnam yang Hendak Kabur ke Malaysia via Batam

Sebelum dikerahkan dalam operasi udara, sistem OMC pada kedua pesawat terlebih dahulu menjalani serangkaian pengujian, seperti uji statis dan uji dinamis. Melalui pengujian tersebut, TNI AU memastikan kesiapan sistem serta kelayakan operasionalnya.

Dalam peninjauan tersebut, Tedi menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap pengerjaan dan pengujian, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keselamatan personel maupun peralatan.

Tedi Rizalihadi
Personel JTAC Denmatra Korpasgat yang terlibat dalam (Close Air Support/CAS) Latgabma Keris Woomera 2026. (Foto: Dok. Instagram @korpasgat_tniau)

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang untuk pengadaan perangkat OMC serupa beserta perangkat cadangan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapan TNI AU dalam menghadapi potensi karhutla, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Baca Juga: Viral Ranpur Anoa Parkir di Kampus Unud, Kodam IX/Udayana Buka Suara

Setelah seluruh rangkaian pengujian pesawat telah selesai dilakukan, TNI Angkatan Udara (TNI AU) kemudian mengerahkan C-130 Hercules dengan nomor registrasi A-1319 menuju Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Sementara itu, CN-295 A-2904 lepas landas menuju Lanud Iskandar, Kalimantan Tengah.

“Pengerahan kedua pesawat tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kapasitas dan efektivitas operasi modifikasi cuaca guna mempercepat penanganan karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan,” ungkap Tedi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (23/10).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.