Wakil KSAD Beri Pesan untuk Danbrigif TP dan Yon Teritorial Pembangunan

Jakarta, IDM – Keberhasilan satuan Teritorial Pembangunan ditentukan melalui sinergi yang kuat dengan aparat kewilayahan, terutama Babinsa.
Untuk itu pentingnya keseimbangan antara kemampuan tempur dan pembinaan teritorial.
Pesan tersebut disampaikan Wakil KSAD, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, saat memberikan arahan kepada para komandan Brigif TP dan komandan Yon TP di Mabesad, Jakarta pada Jumat (27/7).
Baca Juga: Pangkoarmada RI Pimpin Sertijab Komandan Kodaeral XI, XIII hingga Dansatkopaska
"Basis kalian adalah satuan tempur, tetapi kalau pembinaan teritorial bagus, yang bagus adalah batalion TPnya,” kata Saleh dikutip, Minggu (1/3).
Ia mengatakan jika Komando Distrik Militer (Kodim) memiliki babinsa yang hebat dalam menjaga stabilitas wilayah di pelosok.
“Makanya kalian partnernya adalah para babinsa untuk membantu batalion kalian,” jelas Saleh.
Baca Juga: Perkuat Kesiapan Operasional, A400M TNI AU Jalani Uji Fungsi Sistem Pendaratan
Selain itu, sambungnya, terus memperkuat koordinasi dengan satuan teritorial setempat, menjaga soliditas internal, serta meningkatkan kesiapan operasional satuan.
Tantangan tugas ke depan, menurutnya, menuntut pimpinan yang adaptif, inovatif, dan mampu mengelola sumber daya secara efektif.
Melalui pengarahan ini, diharapkan Brigif TP dan Yonif TP semakin profesional, responsif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas serta kesejahteraan wilayah. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































