Wakasau Tegaskan Peran Strategis Puskodalau dalam Sistem Komando dan Pengendalian Operasional TNI AU

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Andyawan Martono menegaskan, Pusat Komando dan Pengendalian TNI AU (Puskodalau), sebagai unsur staf pelayanan pimpinan, memiliki peran penting dalam sistem komando dan pengendalian operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU).
“Satuan ini berfungsi strategis dalam menyajikan data dan informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi sebagai bahan pengambilan keputusan oleh pimpinan, khususnya dalam aspek kendali operasi penerbangan dan koordinasi kegiatan lintas satuan,” ungkap Wakasau saat memimpin serah terima jabatan (sertijab) Kapuskodalau di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Kamis (10/4).
Baca Juga: Pimpin Sertijab, KSAU Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Strategi Pembinaan Organisasi
Menurut Andyawan, keberadaan Puskodalau tidak hanya sebagai penopang sistem informasi, tetapi juga sebagai bagian dari denyut operasional yang menuntut kecepatan, ketelitian, dan adaptabilitas tinggi.
“Hal ini selaras dengan karakter TNI AU yang AMPUH, adaptif dalam menyikapi dinamika strategis, modern dalam teknologi, profesional dalam eksekusi, unggul dalam kinerja, serta humanis dalam pelaksanaan tugas,” sambung dia.

Lebih lanjut, momentum sertijab ini disebut Wakasau juga menjadi penguat komitmen dan tanggung jawab Kapuskodalau dalam mendukung terciptanya sistem komando dan pengendalian TNI AU yang semakin solid, responsif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: Perkuat Sistem Pertahanan Wilayah Timur, TNI AL Akan Bangun Pangkalan di Madura
Usai momen sertijab tersebut, maka jabatan Kapuskodalau telah resmi diemban oleh Kolonel Nav Insan Nanjaya, untuk menggantikan Kolonel Nav Indrastanto Setiawan.
Melansir keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (11/4), sertijab dilakukan dengan merujuk pada Surat Keputusan Kasau Nomor Kep/4-PKS/III/2025 tanggal 21 Maret 2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI Angkatan Udara. (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































