HANKAM

Wakasau Tegaskan Pentingnya Merit System dalam Tahap Seleksi dan Pembinaan Karier Personel

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memimpin rapat koordinasi satuan tugas pemenuhan personel TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menegaskan pentingnya penerapan merit system dalam setiap tahapan seleksi serta pembinaan karier personel.

Dengan demikian, objektivitas, transparansi, serta profesionalisme akan tetap terjamin di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Penegasan tersebut disampaikan Wakasau saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) satuan tugas (Satgas) pemenuhan personel TNI Angkatan Udara di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (23/2).

Baca Juga: Tingkatkan Efektivitas dan Interopabilitas, Koopsudnas Rumuskan Pembaruan Tugas hingga Fungsi Skadron Udara

Melalui rakor ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat manajemen sumber daya manusia TNI AU secara efektif dan berkelanjutan, yang sejalan dengan tuntutan kesiapan operasional.

Dalam arahannya, Wakasau menegaskan bahwa pemenuhan personel juga harus dilandasi dengan perencanaan kebutuhan organisasi (manpower planning) yang akurat dan selaras dengan arah pembangunan kekuatan TNI AU.

Rakor
Rapat koordinasi (Rakor) satuan tugas (Satgas) pemenuhan personel TNI Angkatan Udara yang dipimpin oleh Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi. (Foto: Dok. Dispenau)

“Kurikulum pendidikan perlu diselaraskan dengan kebutuhan operasional serta pengelolaan pembinaan karier secara terstruktur, berjenjang, dan berbasis kompetensi dengan prinsip right man on the right place,” imbuh Wakasau dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (24/2).

Baca Juga: Pererat Kemanunggalan dengan Masyarakat, TNI Beri Layanan Kesehatan Gratis di Puncak Jaya

Selain itu, Wakasau juga menekankan perlunya pentingnya penguatan sinergi antarbidang agar kebijakan pemenuhan dan pembinaan personel dapat berjalan secara terpadu serta berorientasi pada kesiapan operasional satuan.

Pada kesempatan yang sama, Wakasau turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seleksi penerimaan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Khusus Dokter Spesialis, Sekolah Penerbang PSDP, serta seleksi siswa-siswi KKRI yang berjalan tertib, aman, dan akuntabel.

“Proses tersebut mampu menghasilkan calon prajurit yang berkualitas, kompeten, serta sesuai kebutuhan organisasi TNI Angkatan Udara,” pungkas Tedi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.