HANKAM

Tingkatkan Efektivitas dan Interopabilitas, Koopsudnas Rumuskan Pembaruan Tugas hingga Fungsi Skadron Udara

Kaskoopsudnas Marsda TNI Purwoko Aji
Kaskoopsudnas Marsda TNI Purwoko Aji memimpin rapat koordinasi (Rakor) pembaruan tugas dan fungsi skadron udara. (Foto: Dok. Instagram @koops_udara_nasional)

Jakarta, IDM – Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) menggelar rapat koordinasi (Rakor) pembaruan tugas dan fungsi skadron udara, yang dipimpin Kepala Staf Koopsudnas (Kaskoopsudnas) Marsda TNI Purwoko Aji di Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/2).

“Rapat ini membahas langkah strategis penguatan organisasi melalui penyesuaian struktur dan peran skadron udara agar lebih adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis,” tulis Penerangan Koopsudnas dikutip dari unggahan Instagram @koops_udara_nasional, Selasa (24/2).

Baca Juga: Pererat Kemanunggalan dengan Masyarakat, TNI Beri Layanan Kesehatan Gratis di Puncak Jaya

Pembaharuan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas operasional serta interoperabilitas antarsatuan. Seiring dengan validasi organisasi, TNI Angkatan Udara (TNI AU) kini memiliki empat jajaran utama (grup) yang membawahi sejumlah skadron udara, yakni Grup 1 Angkut, Grup 2 Helikopter, Grup 3 Tempur, serta Grup 4 Khusus.

Koopsudnas
Koopsudnas menggelar rapat koordinasi (Rakor) pembaruan tugas dan fungsi skadron udara. (Foto: Dok. Instagram @koops_udara_nasional)

Keempat grup tersebut diresmikan melalui upacara “Peresmian Satuan Baru dan Alih Komando dan Pengendalian (Kodal) Satuan Jajaran TNI Angkatan Udara” yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Mabesau, Jakarta, pada 12 September 2025.

Baca Juga: Sergap Dini Hari! TNI AL Bongkar Transaksi ‘Haram’ Solar Subsidi di Makassar

Selain validasi organisasi, pembaharuan tugas dan fungsi skadron udara juga sejalan dengan pengembangan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) di lingkungan satuan. Pengembangan tersebut direalisasikan melalui modernisasi pesawat dan serta pembaruan konsep doktrin Swa Bhuwana Paksa (SBP).

Rakor yang sama turut membahas konsep gelar skadron udara yang disesuaikan dengan pemetaan kekuatan air power nasional. Dalam konteks ini, Wing Udara yang sebelumnya berstatus subsatuan kerja (subsatker) dalam grup rencananya akan ditingkatkan menjadi satuan kerja (satker) tersendiri. Hal tersebut dilakukan guna memperkuat efektivitas komando dan pengendalian. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.