HANKAM

Wakasau Soroti Pentingnya Kesiapan Tempur dan Operasional Satuan TNI AU dalam Merespons Ancaman

Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono
Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono memimpin rapat evaluasi ‘Lomba Antar Satuan Operasional 2024’ yang digelar di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Andyawan Martono menyoroti pentingnya kesiapan tempur dan kesiapan operasional satuan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam merespons setiap ancaman pertahanan.

Hal tersebut disampaikan Wakasau saat memimpin rapat evaluasi ‘Lomba Antar Satuan Operasional 2024’ yang digelar di ruang rapat Wakasau, Mabesau, Jakarta, Rabu (5/2).

“Kesiapan tempur adalah jantung dari setiap operasi udara. Dalam lanskap pertahanan udara yang terus berkembang, TNI AU memahami bahwa keunggulan operasional bukan hanya diukur dari jumlah alutsista, tetapi juga dari sejauh mana setiap satuan mampu beradaptasi, berinovasi, dan merespons setiap ancaman modern dengan tepat,” ungkap Andyawan dikutip dari keterangan Dispenau.

Baca Juga: Bakamla Gelar Rakor Patroli Udara Maritim 2025

Untuk terus meningkatkan kesiapan tempur serta operasional tersebut, salah satu langkah yang telah dilakukan oleh TNI AU yaitu dengan menggelar ‘Lomba Antar Satuan Operasional 2024’. Selama lebih dari sembilan bulan, setiap satuan operasional TNI AU telah dinilai secara komprehensif berdasarkan tugas dan fungsinya.

Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono
Rapat evaluasi ‘Lomba Antar Satuan Operasional 2024’ yang dipimpin oleh Wakasau Marsdya TNI Andyawan Martono. (Foto: Dok. Dispenau)

Wakasau mengatakan, lomba antar satuan digelar sebagai tolok ukur sejauh mana efektivitas dan profesionalisme satuan operasional TNI AU. Menurutnya, kompetisi ini bukanlah perihal mencari yang terbaik, melainkan cerminan atas kesiapan nyata satuan operasional dalam menghadapi tantangan pertahanan udara yang semakin kompleks.

“TNI AU tidak hanya meninjau hasil kompetisi, tetapi juga mengevaluasi langkah ke depan untuk meningkatkan kesiapan satuan di era yang semakin dinamis,” sambung Wakasau.

Baca Juga: KSAL: Kedatangan Kapal Patroli Hibah Jepang Butuh Waktu 1,5 Tahun

Lebih lanjut, kompetisi ini disebut Wakasau sebagai cara TNI AU menanamkan pola pikir bahwa keunggulan hanya dapat dicapai melalui latihan yang konsisten; inovasi yang berkelanjutan; dan kesiapan menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.

Hasil evaluasi 'Lomba Antar Satuan Operasional 2024' menjadi landasan strategis bagi TNI AU untuk mengidentifikasi sektor yang perlu diperkuat serta menyusun strategi peningkatan kesiapan operasional.

Penyelenggaraan rapat evaluasi ini semakin menegaskan komitmen dan keseriusan TNI AU dalam memperkuat kapabilitas tempur secara progresif dan berkelanjutan. Hal itu sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subiantodalam memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara guna menghadapi tantangan di masa depan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.