HANKAM

Validasi Organisasi, Tiga Lanud di Jajaran Kodau I Naik Tingkat ke Tipe A

Pangkodau I Marsda TNI Muzafar
Pangkodau I Marsda TNI Muzafar memimpin sertijab tiga komandan lanud, yaitu Danlanud HSN, Danlanud SWO, dan Danlanud RSA. (Foto: Dok. Instagram @kodau_1)

Jakarta, IDM – Sebanyak tiga pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud) di jajaran Komando Operasi Udara (Kodau) I naik tingkat menjadi lanud tipe A sebagai tindak lanjut dari validasi organisasi di lingkungan TNI AU.

Ketiga lanud tersebut adalah Lanud Husein Sastranegara (HSN) Bandung, Lanud Soewondo (SWO) Medan, serta Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna. Sebelumnya, ketiga lanud tersebut berstatus lanud tipe B.

Perubahan status ini juga berdampak pada jabatan komandan lanud (Danlanud). Jika sebelumnya jabatan Danlanud dipegang oleh perwira menengah berpangkat kolonel, kini akan diemban oleh perwira tinggi berpangkat marsekal pertama.

Baca Juga: Panglima TNI Berharap Interoperabilitas dan Kemampuan Tempur Prajurit Meningkat Setelah SGS 2025

Penyesuaian tersebut diungkap oleh Panglima Kodau (Pangkodau) I Marsda TNI Muzafar seusai serah terima jabatan ketiga danlanud tersebut di Makodau I, Jakarta, pada 4 September 2025.

Muzafar
Pejabat lama dan baru untuk posisi Danlanud HSN, Danlanud SWO, dan Danlanud RSA saat upacara sertijab yang dipimpin oleh Pangkodau I Marsda TNI Muzafar. (Foto: Dok. Instagram @kodau_1)

“Sertijab ini merupakan tindak lanjut adanya validasi dalam tubuh TNI AU yang bertujuan untuk mengembangkan organisasi TNI AU agar lebih profesional,” ungkap Marsda TNI Muzafar, dikutip dari unggahan instagram @kodau_1, Sabtu (6/9).

Ia menambahkan, validasi organisasi merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memperkuat struktur TNI AU, dengan mempertimbangkan dinamika situasi global, regional, serta kondisi nasional yang terus berkembang.

Baca Juga: Korpasgat dan PLAAF Bersiap Gelar Sharp Knife Joint Exercise pada November 2025

Seusai sertijab ini, maka jabatan Komandan Lanud HSN telah resmi diemban oleh Kolonel Nav MD. Irman Fathurrahman. Sebelumnya, jabatan tersebut dipercayakan kepada Kolonel Pnb Alfian.

Kemudian, Kolonel Pnb Tiopan Hutapea diangkat menjadi Komandan Lanud SWO untuk menggantikan Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak. Untuk jabatan Komandan Lanud RSA diserahterimakan dari Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara kepada Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.