Usai Tunaikan Misi Kemanusiaan di Turki, Satgas TNI AU Pulang ke Tanah Air

Jakarta, IDM - Satuan tugas (Satgas) TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk penanggulangan gempa bumi Turki telah usai menunaikan tugasnya. Pesawat C-130 Hercules yang mereka tumpangi berhasil melakukan pendaratan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (21/3).
Sejak berangkat pada 11 Februari lalu, Satgas yang dipimpin oleh mission commander Kolonel Pnb Wisoko Aribowo telah menunaikan tugas kemanusiaan ini selama 33 hari.
Baca Juga: 206 Putra Daerah Papua dan Maluku Digembleng Jadi Prajurit TNI AL
Selama berada di Turki, sebanyak 21 kru pesawat C-130 Hercules dan lima orang pendukung lainnya tercatat membantu pemerintah Turki dalam penanganan pascabencana seperti mendistribusikan bantuan logistik pemerintah RI sebesar 116 ton.

Selain itu, pesawat dengan tail number A-1326 juga membantu pemerintah Turki mendistribusikan berbagai logistik dan menerbangkan pengungsi ke sejumlah daerah di negara tersebut.
Tugas-tugas tersebut pun berhasil diselesaikan dan atas keberhasilan tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya.
Baca Juga: Wamenhan: Penerbang TNI AU Adalah Orang-orang Hebat
"Terima kasih dan rasa bangga, saya sampaikan kepada seluruh tim, atas pelaksanaan tugas misi operasi kemanusiaan di Turki yang berjalan dengan lancar dan aman," ujar KSAU.
Seluruh personel dalam misi kemanusiaan Turki selanjutnya akan mendapat penghargaan Dharma Pertahanan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian PMK. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































