HANKAM

Usai Taklukkan Colombo, KRI Bima Suci Lanjut Etape ke-4 Kelilingi Benua Asia

KRI Bima Suci
Suasana di atas geladak KRI Bima Suci saat momen pelepasan dari Pelabuhan Colombo, Sri Lanka, Sabtu (18/4). Kapal tiang tinggi ini melanjutkan pelayaran etape keempat menuju Singapura. (Foto: Dok. Instagram/kri_bimasuci)

Jakarta, IDM – Kapal layar latih legendaris TNI AL, KRI Bima Suci, sukses menuntaskan misi diplomasinya di Colombo, Sri Lanka. Kapal tiang tinggi ini kini sudah kembali melaut dan memulai pelayaran etape keempat menuju Singapura, Sabtu (18/4).

Momen pelepasan kapal di Dermaga Bandaranaike Quay 2 berlangsung khidmat. Keberangkatan Satuan Tugas Kartika Jala Krida (KJK) 2026 ini disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka, Dewi Gustiana Tobing, bersama jajaran pejabat tinggi TNI AL.

Baca Juga: Insiden di Kampung Kembru Papua Tengah Sasar Warga Sipil, TNI Jelaskan Dua Kejadian Berbeda

Selama bersandar di pelabuhan strategis Samudra Hindia itu, KRI Bima Suci membawa misi penting untuk memperkuat kerja sama antarkekuatan laut kedua negara.

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Subagyo, memastikan seluruh rangkaian agenda di Colombo berjalan tanpa kendala. Sebelum bertolak, Sugeng secara resmi melaporkan kesiapan kapal dan personel untuk menempuh perjalanan menuju Negeri Singa.

Prajurit Angkatan Laut Sri Lanka
Prajurit Angkatan Laut Sri Lanka menyimak penjelasan saat mengunjungi KRI Bima Suci di Colombo. (Foto: Dok. Instagram/kri_bimasuci)

"Seluruh rangkaian kegiatan selama muhibah diplomasi di Colombo berjalan aman, tertib, dan lancar. Saat ini, KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran etape keempat dengan tujuan Singapura. Pelayaran ini tidak hanya bertujuan meningkatkan profesionalisme taruna AAL dalam bidang navigasi dan pelayaran, tetapi juga menjadi sarana diplomasi maritim untuk mempererat persahabatan antarnegara," tegas Sugeng dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/4).

Taruna AAL
Penampilan memukau tim drumben Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL saat menggelar kirab kota di kawasan Galle Face Green, Colombo. (Foto: Dok. Instagram/kri_bimasuci)

Selama di Sri Lanka, para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-73 melakoni sejumlah agenda produktif. Mereka melakukan kunjungan kehormatan ke pejabat militer setempat, olahraga bersama, hingga menggelar atraksi kirab drumben Genderang Suling Jala Gita Taruna di kawasan Galle Face Green yang memukau warga lokal.

Baca Juga: Viral Konten Dukung Papua Merdeka, Marinir: Foto Manipulasi!

Pelayaran menuju Singapura ini merupakan bagian dari total 12 etape misi keliling benua tahun ini. Setelah Singapura, KRI Bima Suci dijadwalkan bakal melanjutkan muhibah ke sejumlah negara mitra lainnya, mulai dari Vietnam, Cina, Korea Selatan, hingga Rusia.

Adapun pelayaran KJK yang ke-10 ini menempuh perjalanan panjang selama 124 hari dengan total jarak mencapai 16.877 mil laut. Kapal kebanggaan TNI AL tersebut tercatat telah memulai petualangannya dari Surabaya sejak akhir Maret lalu. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.