HANKAM

Insiden di Kampung Kembru Papua Tengah Sasar Warga Sipil, TNI Jelaskan Dua Kejadian Berbeda

Insiden kontak senjata
Insiden kontak senjata di Kampung Kembru, Papua Tengah, menyasar warga sipil. TNI memberikan klarifikasi. (Foto: Dok. Pen Kodim 1714/PJ)

Jakarta, IDM – Insiden kontak senjata di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4) menyasar warga sipil. Aparat dan pemerintah daerah masih menghimpun data pasti korban sipil.

Rilis yang disampaikan Penerangan Komando Distrik Militer (Kodim) 1714/Puncak Jaya pada Jumat (17/4), menyampaikan insiden yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata tersebut mengakibatkan 12 korban jiwa dari warga sipil serta puluhan lainnya terpaksa mengungsi ke Distrik Melanikime dan wilayah sekitarnya.

Ada pula korban yang sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia Kabupaten Puncak Jaya. Salah satu korban berinisial NK mengalami luka sobek di bagian kaki kanan.

Baca Juga: Viral Konten Dukung Papua Merdeka, Marinir: Foto Manipulasi!
 
Dalam perkembangan terbaru, tim gabungan TNI dan Polri juga berhasil mengevakuasi empat korban lainnya dengan selamat dan aman hingga tiba di RSUD Mulia.

“Keempat korban tersebut langsung mendapatkan penanganan medis segera,” tulis siaran pers Pen Kodim 1714/PJ.
 
Adapun korban yang ditangani terdiri dari seorang ibu berinisial AT mengalami luka di bagian leher dan jari, DW (3 tahun) mengalami luka di urat dan kaki kanan, AW (5 tahun) mengalami luka di dada kanan, dan OW (6 tahun) mengalami luka di siku kanan.

Klarifikasi TNI

TNI melalui Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan klarifikasi bahwa ada dua kejadian berbeda pada hari yang sama.

Kejadian pertama terjadi di Kampung Kembru pada 14 April 2026. Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Wirya Arthadiguna dalam keterangan tertulis.

Dalam peristiwa tersebut, TNI mengklaim empat anggota dari kelompok bersenjata OPM berhasil dilumpuhkan.

Dari lokasi kejadian, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau.

Baca Juga: Asintel Panglima TNI Kumpulkan Dansat dan Aparat Intelijen TNI Kepri, Tekankan Kesiapsiagaan Ancaman

Selain itu, ditemukan pula perlengkapan komunikasi berupa beberapa unit telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan perlengkapan pribadi lain.

Sementara itu, peristiwa kedua terjadi di Kampung Jigiunggi pada hari sama, yang jaraknya hampir tujuh kilometer dari Kembru.

Meki Fritz Nawipa
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meninjau para korban di RSUD Mulia. (Foto: Dok. Pen Kodim 1714/PJ)

Aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung setempat mengenai adanya seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak. TNI segera mengecek dan memastikan adanya korban tersebut. Namun, hingga saat ini, masih didalami penyebab pasti kejadian tersebut.

“TNI menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa penembakan terhadap anak tersebut. Kedua peristiwa terjadi di lokasi yang berjauhan, waktu yang berbeda dan tidak saling berkaitan serta tidak ada kegiatan patroli TNI di Kampung Jigiunggi pada saat kejadian. TNI berkomitmen selalu bertindak secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas,” kata Wirya.

Arahan Gubernur Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa yang didampingi Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI Vivin Alivianto, telah meninjau para korban di RSUD Mulia, pada Jumat (17/4).

Fritz Nawipa memberikan arahan tegas, antara lain pembentukan Tim Tanggap Darurat yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, dengan usulan kenaikan status darurat ke tingkat provinsi dalam waktu 1x24 jam.

“Menjamin seluruh biaya perawatan dan operasi korban, termasuk biaya transportasi pesawat, ditanggung 100 persen oleh pemerintah daerah,” kata Fritz, dikutip dari siaran pers Pen Kodim 1714/PJ.

Selanjutnya, pemerintah juga akan membiayai pendidikan bagi anak-anak korban demi masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Kaster TNI Kumpulkan Komunitas Teritorial, Tekankan Program MBG dan Koperasi Merah Putih Perlu Dukungan

Fritz menekankan penyelesaian masalah melalui pendekatan dialog dan nonlitigasi, serta berkomitmen menyampaikan persoalan ini hingga ke tingkat Presiden dan Wakil Presiden demi mencari solusi terbaik.

Pemda juga akan menyediakan tenda, konsumsi, dan kebutuhan dasar lain bagi warga yang mengungsi.

Gubernur menegaskan tekad baja untuk melindungi setiap rakyat, terutama ibu hamil dan anak-anak, serta meminta sinergi maksimal antara TNI, Polri, dan pemda dalam menangani situasi ini. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.