Usai Pukau Warga Jepang, KRI Bima Suci Berlayar Menuju Filipina

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci resmi melanjutkan pelayaran internasionalnya. Kapal latih tiang tinggi andalan TNI AL ini bertolak dari dermaga Dejima Pier, Nagasaki, Jepang, Minggu (21/6).
Kapal kebanggaan Indonesia tersebut kini langsung mengarahkan haluan menuju Manila, Filipina. Pelayaran ini merupakan bagian dari misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Kartika Jala Krida (KJK) 2026.
Sebelum meninggalkan Jepang, para taruna sempat mencetak sukses besar. Tim perkusi Genderang Suling Gita Jala Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-73 sukses menghibur ribuan warga lokal Nagasaki lewat aksi rancak yang mengenalkan kekayaan tradisi Nusantara.
Baca Juga: Pangdam Cenderawasih: Semangat Hijrah Perkuat Integritas Prajurit dalam Menjaga Kedaulatan Negara
Keberangkatan kapal pun dilepas langsung oleh sejumlah pejabat penting. Mulai dari Atase Pertahanan RI di Tokyo Laksma Hidayaturrahman hingga perwakilan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) Kolonel Laut Tadatoshi Aoshima.
Nagasaki sendiri menjadi lokasi penutupan perjalanan etape kesembilan bagi KRI Bima Suci. Kapal bernomor lambung 945 ini sebelumnya sudah merapat di Jepang sejak Kamis (18/6).
Momen hangat juga terjadi di atas kapal pada Jumat (19/6) lalu. KRI Bima Suci menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Jepang Laksamana Saito Akira.

Dalam pertemuan di ruang Saloon tersebut, delegasi TNI AL yang dipimpin Staf Khusus KSAL Laksdya T.S.N.B. Hutabarat membahas penguatan kerja sama maritim, latihan bersama, hingga pendidikan dengan militer Jepang.
Selain itu, para taruna sempat menggelar kunjungan kehormatan ke Markas Distrik Sasebo JMSDF, membuka pameran kapal terbuka (open ship) bagi warga lokal, hingga mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Nagasaki.
Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto menyebut rentetan kunjungan internasional ini punya peran vital buat masa depan prajurit matra laut.
"Kunjungan ke Nagasaki ini jadi bagian penting untuk mempererat persahabatan antarnegara sekaligus memberi pengalaman internasional yang berharga buat para taruna AAL sebagai calon pemimpin masa depan TNI AL," kata Sugeng, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (22/6).
Sebagai informasi, sebelum merapat ke Jepang, kapal latih yang membawa 77 taruna AAL angkatan ke-73 dari korps teknik, elektro, dan suplai ini telah lebih dulu mengelilingi Shanghai (Cina), Busan (Korea Selatan), hingga menyelesaikan etape ketujuh di Pelabuhan Vladivostok (Rusia) pada pertengahan Juni kemarin.
Saat ini, KRI Bima Suci fokus mengejar target untuk merapat di Manila pada 2 Juli 2026 mendatang demi mengemban misi diplomasi serupa.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































