HANKAM

Unhan dan Thales Siapkan Dua Program Pelatihan, Keamanan Siber dan Teknologi Akustik Pertahanan

Thales Group
Kunjungan pihak Thales Group ke Unhan, di Sentul, Bogor, Jumat (31/10) untuk menindaklanjuti kerja sama pengembangan kapasitas pendidikan dan riset di bidang keamanan siber dan teknologi akustik. (Foto: Dok. Unhan)

Jakarta, IDM – Universitas Pertahanan (Unhan) terus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang teknologi pertahanan. Kali ini, Unhan menggandeng perusahaan teknologi global asal Prancis, Thales Group, untuk menyiapkan dua program pelatihan strategis yang akan digelar pada 2026.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Rektor Unhan, Letjen (Purn) Anton Nugroho, dengan Senior Vice President Thales Asia and Latin America, Guy Bonassi, di Kampus Bela Negara Unhan, Sentul, Bogor, Jumat (31/10).

Baca Juga: Kemhan Tanamkan Nilai Bela Negara untuk Generasi Muda di Papua Selatan

Dua program utama yang akan dijalankan meliputi pelatihan keamanan siber selama dua minggu bagi 25 peserta, serta pelatihan teknologi akustik (sonar) berdurasi 17 hari untuk 15-20 peserta. Keduanya difokuskan pada pengembangan kompetensi praktis dan konsep Training for Trainers, agar para peserta dapat menjadi pengajar dan pengembang kapasitas pertahanan di masa depan.

“Universitas Pertahanan berkomitmen menghasilkan pemimpin pertahanan masa depan yang memiliki efisiensi taktis, visi strategis, dan literasi teknologi. Sinergi dengan Thales menjadi bagian dari upaya membangun keunggulan ilmiah dan inovasi strategis di bidang pertahanan,” ujar Anton, dikutip dari laman resmi Unhan, Senin (3/11).

Sementara itu, Guy Bonassi menegaskan Thales, yang telah beroperasi di Indonesia lebih dari 45 tahun, tidak hanya ingin hadir sebagai perusahaan asing, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertahanan nasional. “Kami ingin membangun kemampuan lokal melalui kolaborasi dengan universitas dan lembaga pertahanan,” jelasnya.

Baca Juga: Tindak Lanjuti Instruksi Presiden Prabowo, TNI Siapkan Kajian Penambahan Batalion Kesehatan hingga 2029

Program kerja sama tersebut akan dituangkan dalam perjanjian resmi yang dijadwalkan ditandatangani pada Desember 2025. Anton menambahkan, kemitraan dengan Thales merupakan langkah nyata dalam membangun jejaring global pertahanan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi teknologi.

“Melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan, Unhan RI berkomitmen memperkuat kemandirian nasional di bidang pertahanan sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian dan keamanan global,” tutup Anton. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.