HANKAM

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden Prabowo, TNI Siapkan Kajian Penambahan Batalion Kesehatan hingga 2029

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden Prabowo, TNI Siapkan Kajian Penambahan Batalion Kesehatan hingga 2029
Ilustrasi prajurit kesehatan TNI. (Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI akan segera menindaklanjuti perintah Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana penambahan batalion kesehatan TNI.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, rencana penambahan batalion kesehatan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional dan kemampuan dukungan kesehatan prajurit di seluruh matra TNI.

Penambahan batalion kesehatan akan disesuaikan dengan prioritas pembangunan kekuatan TNI hingga tahun 2029.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI Tambah Batalion Kesehatan untuk Perkuat Misi Kemanusiaan

“Saat ini, Mabes TNI tengah menyiapkan langkah-langkah teknis dan kajian kebutuhan satuan di lapangan agar pembentukan batalion kesehatan dapat dilaksanakan secara bertahap dan terarah sesuai prioritas pembangunan kekuatan TNI hingga tahun 2029,” kata Freddy kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (3/11).

Sebagai alat pertahanan negara, lanjut Freddy, TNI berkomitmen mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah dalam membangun postur kekuatan yang tangguh, modern, dan responsif terhadap berbagai tantangan.

“Termasuk aspek kesehatan dalam operasi militer maupun kemanusiaan,” ujar Kapuspen TNI.

Diketahui, Presiden Prabowo meminta TNI untuk menambah batalion kesehatan. Instruksi itu dikeluarkan Prabowo selepas memimpin penerimaan unit pertama pesawat angkut A400M/MRTT Alpha 4001 buatan Airbus di Base Ops Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11).

Baca Juga: TNI AU Ditarget Punya 33 Satrad hingga 2029, Kapuspen: Pembangunan Bertahap dengan Pertimbangan Lingstra dan Anggaran

“TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, batalion kesehatan TNI diproyeksikan tidak hanya mendukung operasi kemanusiaan dalam bencana nasional, tetapi juga internasional.

“Tetapi seandainya ada (peristiwa) kemanusiaan yang terjadi, peristiwa di mana-mana, kita juga bisa hadir,” tutur Presiden RI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.