HANKAM

Ultimatum TNI AD Pascainsiden Prajurit Tembak Sesama Rekannya

Prajurit Pomdam II/Sriwijaya
Prajurit Pomdam II/Sriwijaya memasang garis polisi di Panhead Cafe, Palembang. (Foto: Dok. Pomdam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM - Pascainsiden penembakan Pratu FAA, personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Palembang yang ditewas tertembak sesama prajurit di Panhead Cafe, Palembang, Sabtu (16/5), TNI AD melalui Polisi Militer Kodam (Pomdam) II/Sriwijaya memberikan ultimatum keras untuk semua prajurit TNI AD.

Dilansir dari keterangan Penpomdam II/Sriwijaya, Senin (18/5), ultimatum tersebut berisi larangan untuk prajurit masuk di tempat hiburan malam.

"Kami ingatkan dan tegaskan sekali lagi, haram hukumnya Prajurit TNI memasuki tempat hiburan malam. Siapapun yang nekat kami tindak tegas, proses, tidak ada ampun. Tidak ada prajurit yang kebal terhadap hukum. Ingat, operasi penertiban tidak kenal hari (tertutup atau terbuka), tangkap, proses, adili," tulis keterangan Penpomdam II/Sriwijaya.

Baca Juga: Presiden Prabowo di Halim: Stabilitas Nasional Tak Bisa Dipisahkan dari Kekuatan Pertahanan

Lebih lanjut dijelaskan alasan terkait larangan tersebut, yaitu memasuki tempat hiburan malam adalah melanggar peraturan dinas dan kode etik prajurit TNI.

Kemudian, perbuatan tersebut dianggap ​dapat merusak nama baik diri sendiri dan institusi TNI.

Selanjutnya ​hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan rakyat. TNI harus menjadi teladan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

"Pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Fokus pada tugas, jaga kehormatan, dan jangan terjerumus dalam pelanggaran," tulis Penpomdam II/Sriwijaya.

Baca Juga: Pendeta di Papua Bantah Ada Keterlibatan TNI Terkait Penembakan Putrinya

Untuk diketahui, Sabtu (16/5) lalu telah terjadi insiden penembakan terjadi di tempat hiburan malam di Palembang. Kejadian tersebut melibatkan anggota TNI AD.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania dalam keterangan resminya, Minggu (17/5) menjelaskan, insiden bermula saat kedua pihak berada di lokasi hiburan malam dan terjadi perselisihan yang dipicu persoalan pribadi hingga berujung perkelahian.

“Dalam situasi tersebut, terduga pelaku diduga menggunakan senjata api rakitan dan melepaskan tembakan yang mengenai korban,” jelas Kapendam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.