HANKAM

Ultimatum Seluruh Anggota OPM, Pangkogabwilhan III: Penangkapan Hanya soal Waktu

Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto
Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto. (Foto: Dok. Kogabwilhan III)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengultimatum seluruh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) agar menghentikan aksi kekerasan di Bumi Cenderawasih.

Terbaru, OPM membunuh empat pekerja jalan di Distrik Wonimo, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8).

“Dalam kesempatan ini, saya mengultimatum seluruh anggota OPM untuk menghentikan seluruh aksi teror dan kejahatan kemanusiaan di tanah Papua, segera menyerahkan diri dan senjata ke Pos Keamanan TNI terdekat, kembali ke pangkuan ibu pertiwi, sebelum TNI mengambil tindakan tegas,” kata Lucky dalam keterangannya, Senin (3/8).

Baca Juga: 5 Jabatan Strategis Divisi Infanteri 2 Kostrad Resmi Berganti

Lucky mengatakan, TNI tidak akan pernah ragu sedikit pun mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dalam situasi mendesak, mengingat prinsip “solus populi suorema esto” atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, yang senantiasa menjadi pedoman TNI.

Selain itu, TNI juga akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku atau sesuai rules of engangement (RoE).

“Bagi TNI, menangkap seluruh anggota OPM hanyalah persoalan waktu, mengingat besarnya dukungan masyarakat dan sangat kentalnya sinergitas antarpenyelenggara negara saat ini. You can run, but you can't hide. OPM pasti akan kami tangkap,” kata Pangkogabwilhan III.

Baca Juga: Pangkogabwilhan III Ungkap Kronologi Empat Pekerja yang Ditembak Mati OPM di Tolikara

Sebelum ini, tiga warga sipil juga meninggal dunia setelah ditembak kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo) di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, 20 Juli 2026.

Kemudian, pada awal Juli, pilot pesawat perintis PT AMA asal Amerika Serikat, Captain Nicholas Gosselin dibunuh OPM setelah pesawat dengan nomor registrasi PK-RCY yang ia kendarai mendarat di Balinggama, Distrik Sobaham, Yahukimo, Papua Pegunungan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.