HANKAM

Tuntaskan Misi 4 Hari, Kapal Perang HMAS Toowoomba Tinggalkan Jakarta

Kapal perang Australia HMAS Toowoomba
Kapal perang Australia HMAS Toowoomba (FFH 156) bergerak meninggalkan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2). Kunjungan selama empat hari ini bertujuan memperkuat interoperabilitas dan hubungan maritim antara TNI AL dan Angkatan Laut Australia. (Foto: Dok. Kodaeral III)

Jakarta, IDM - Kapal perang jenis fregat milik Angkatan Laut Australia, HMAS Toowoomba (156), resmi meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2). Asisten Operasi (Asops) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Jakarta, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, melepas keberangkatan kapal tersebut setelah merampungkan misi selama empat hari di ibu kota.

Selama bersandar sejak Selasa (3/2), awak kapal HMAS Toowoomba dan TNI AL fokus memperkuat interoperabilitas atau kemampuan kerja sama teknis dan taktis di lapangan. Kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan Traktat Keamanan Bersama yang disepakati Jakarta-Canberra pada November 2025.

Penyelarasan Visi Indo-Pasifik

Komandan HMAS Toowoomba, Letkol Alicia Harrison, menegaskan Jakarta menjadi perhentian internasional pertama dalam misi keamanan regional tahun ini. Ia menyebut kunjungan pelabuhan seperti ini memungkinkan kedua negara menyelaraskan pemahaman mengenai visi Indo-Pasifik sebagai kawasan yang mengedepankan dialog.

Baca Juga: Bertemu di Jakarta, KSAL dan Laksamana Saito Akira Bahas Stabilitas Indo-Pasifik

"Kemitraan ini sangat penting untuk mendukung lingkungan laut yang stabil, terbuka, dan patuh pada hukum internasional," ujar Alicia.

Kesiapan Teknologi dan Personel

Selain misi diplomasi, kehadiran HMAS Toowoomba menjadi ajang berbagi pengetahuan mengenai teknologi alutsista terbaru. Kapal seberat 3.600 ton ini membawa sistem radar pemindai fase (phased array) mutakhir hasil peningkatan kemampuan di Australia. Teknologi ini memungkinkan kapal mendeteksi ancaman udara, permukaan, hingga bawah laut secara bersamaan.

Untuk membangun rasa saling percaya, para pelaut dari kedua negara juga menggelar pertandingan olahraga bersama dan jamuan makan malam di atas geladak terbang kapal. Alicia menambahkan, 30 persen dari total 200 personelnya adalah perempuan yang bekerja secara profesional menjaga kehormatan militer.

Baca Juga: Latma Keris Woomera, Australia Usulkan Penambahan Materi Siber dalam Latihan

Spesifikasi Tempur Jarak Jauh

HMAS Toowoomba merupakan kapal fregat kelas Anzac yang memiliki kemampuan berlayar hingga 12.000 kilometer dalam sekali pengisian bekal. Kapal sepanjang 118 meter ini mengusung persenjataan lengkap, mulai dari rudal pertahanan udara, rudal antikapal Harpoon, hingga torpedo Mark 46. Kapal ini juga mengangkut satu unit helikopter MH-60R Seahawk untuk operasi perburuan kapal selam.

Setelah meninggalkan Jakarta, HMAS Toowoomba akan melanjutkan pelayaran menuju wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur untuk melanjutkan misi menjaga stabilitas maritim di kawasan Indo-Pasifik. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.