HANKAM

Tugu Pepera, Simbol Kecintaan Masyarakat Papua Terhadap NKRI

Dandim 1708/BN Letkol Inf Marsen Sinaga
Dandim 1708/BN Letkol Inf Marsen Sinaga mengunjungi Tugu Monumen Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang terletak di Jalan Sriwijaya, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. (Foto: Pendam Cendrawasih)

Jakarta, IDM – Hari ini, Rabu, (7/8/2024) mewakili TNI, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1708/BN Letkol Inf Marsen Sinaga mengunjungi Tugu Monumen Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang terletak di Jalan Sriwijaya, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor.

Dilansir dari keterangan Pendam Cendrawasih, kedatangan Letkol Inf Marsen Sinaga adalah bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, sekaligus mengenang sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat Papua.

Dalam kesempatan tersebut Letkol Inf Marsen Sinaga menyampaikan, rasa hormat dan bangganya atas perjuangan para pahlawan dan masyarakat Papua yang telah berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: Pesan Penting Wali Kota Magelang untuk Satgas Pamtas Yonarmed 11

“Pepera adalah momen bersejarah yang menunjukkan semangat kebangsaan dan kecintaan masyarakat Papua terhadap NKRI. Kita wajib mengenang dan menghormati jasa para pejuang,“ ujarnya.

Dandim 1708/BN Letkol Inf Marsen Sinaga
(Foto: Pendam Cendrawasih)

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Biak Numfor untuk turut serta dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT RI.

Pada kesempatan tersebut Dandim 1708/BN menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi Tugu Monumen Pepera dan area sekitarnya. Beliau memberikan arahan kepada anggotanya untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian monumen tersebut sebagai salah satu situs bersejarah yang harus dihormati dan dijaga bersama.

Baca Juga: Prabowo Beri Arahan 40 Nakes yang Akan Tugas Misi Kemanusiaan Gaza: RI Harus Tunjukkan Solidaritas

Tugu Pepera dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah penentuan pendapat rakyat Papua atau Irian Barat menjadi bagian dari Indonesia.

Prasasti ini berisi empat butir keputusan sidang Dewan Musyawarah Pepera Irian Barat, Kabupaten Teluk Cendrawasih, tanggal 31 Juli 1969. Adapun Tugu Pepera diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 September 1969. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.