HANKAM

Tongkat Komando Cenderawasih Berganti, Mayjen Febriel Buyung Sikumbang Perkuat Stabilitas Papua

Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang
Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang resmi menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. (Foto: Dok. Kodam XVII/Cenderawasih)

Jakarta, IDM – Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang resmi menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih dalam upacara serah terima jabatan yang berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Mayjen Febriel menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim, yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat sekaligus momentum strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan dan mendorong percepatan pembangunan di wilayah Papua dan sekitarnya.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, menegaskan rotasi jabatan di lingkungan TNI merupakan langkah pembinaan organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit serta efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Baca Juga: Uji Ketahanan Fisik, Belasan Casis Tamtama TNI AU Ikuti Tes Samapta di Lanud Pattimura

“Rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk meningkatkan kompetensi dan efektivitas pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Perwira Teritorial Berpengalaman

Adapun Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak panjang di bidang teritorial.

Lulusan Akademi Militer 1995 dari kecabangan Infanteri ini telah menempati sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai Danrem 023/Kawal Samudera, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Waasops Panglima TNI, serta Irdam XII/Tanjungpura.

Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang matang, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Ia juga dikenal dekat dengan prajurit serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di wilayah tugasnya.

Baca Juga: Kabais TNI Serahkan Jabatan Buntut Kasus Penyiraman Personel Bais ke Aktivis KontraS

Dengan latar belakang tersebut, Mayjen Febriel dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin Kodam XVII/Cenderawasih yang memiliki tantangan kompleks, baik dari sisi keamanan maupun sosial kemasyarakatan.

Misi Humanis di Tanah Papua

Sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Febriel mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua, wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan sosial yang unik.

Namun, lebih dari itu, ia juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran TNI.

Pendekatan humanis menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya.

TNI diharapkan tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan.

Baca Juga: TNI AD akan Budayakan Hemat Energi untuk Efisiensi Anggaran

Dalam konteks tersebut, sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting untuk menciptakan situasi yang aman, damai, dan
kondusif.

Selain menjaga stabilitas, Kodam XVII/Cenderawasih juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung program-program pembangunan, termasuk di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

Harapan Baru untuk Papua

Pergantian kepemimpinan ini membawa harapan baru bagi terciptanya Papua yang lebih aman dan sejahtera. Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog, empati, dan kolaborasi, Mayjen Febriel diharapkan mampu memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran TNI yang humanis diyakini dapat menjadi jembatan dalam membangun kepercayaan sekaligus meredam berbagai potensi konflik di wilayah tersebut. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.