TNI Turun Tangan Atasi Konflik Gajah dan Masyarakat

Jakarta, IDM – TNI dari Babinsa Posramil Leuser, Kodim 0108/Agara, Sersan Satu (Sertu) Tulus Siahaan turun tangan atasi konflik Gajah dengan masyarakat di desa Bunbun Alas dan Desa Bunbun Indah Kecamatan, Leuser Kabupaten Aceh Tenggara.
Sertu Tulus bersama Bhabinkamtibmas dan tim BKSDA Agara melaksanakan patroli pemantauan.
Baca Juga: Prajurit Tombak Sakti Sweeping Malam Hari di Perbatasan RI-PNG
"Kami mendapatkan laporan kawanan hewan gajah liar yang sebelumnya masuk ke perkebunan warga telah merusak tanaman warga," kata Sertu Tulus dalam keterangan seperti dikutip dari instagram @penkorem011lilawangsa, Selasa, (8/7).
Lebih lanjut dikatakan Sertu Tulus, patroli ini dilaksanakan untuk antisipasi agar tidak ada konflil lagi antara warga dan gajah tersebut.
Baca Juga: Serah Terima Bintara dan Tamtama Remaja, Ini Pesan Pangdivif 3
"Setelah patroli nanti dilaporkan kepada tim BBKSDA agar dapat melakukan pengusiran terhadap hewan gajah liar tersebut. Patroli pemantauan ini akan rutin dilaksanakan, agar nantinya hewan liar tersebut meninggalkan lokasi," kata Sertu Tulus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































