HANKAM

TNI Tinjau Kesiapan KRI Sultan Iskandar Muda untuk Misi Perdamaian ke Lebanon

KRI Sultan Iskandar Muda-367
Peninjauan terhadap KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Surabaya, Senin (28/10) sebelum diberangkatkan ke daerah misi perdamaian PBB di Lebanon. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Perwira Staf Ahli Tingkat III Kesejahteraan Personel (Jahpers) Staf Ahli Bidang Jahpers Panglima TNI, Laksamana Pertama Julshah meninjau kesiapan KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Surabaya, Senin (28/10).

Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Rafael Dwinatu mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari persiapan keberangkatan menuju misi perdamaian PBB di Lebanon.

Peninjauan bertujuan memastikan kesiapan kapal dan seluruh personel sebagai dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL, yang akan bertugas dalam misi internasional tersebut.

Baca Juga: Siap Perkokoh Kekuatan Skadron Udara 4, PTDI Kirim Pesawat Keenam NC212i untuk TNI AU

"Kesiapan yang matang akan memastikan KRI Sultan Iskandar Muda dan prajurit dapat melaksanakan tugas dengan baik dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi aman dan selamat," ujar Rafael, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (29/10).

KRI Sultan Iskandar Muda-367
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Sebelum berangkat ke Lebanon, Rafael menjelaskan seluruh prajurit KRI Sultan Iskandar Muda mengikuti rangkaian latihan pratugas atau pre-deployment training (PDT) di bawah koordinasi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI.

"Latihan mencakup berbagai pembekalan dan materi, termasuk skenario-skenario klasikal yang dilaksanakan di Pusat Latihan Kapal Perang (Puslatkaprang) Komando Latihan (Kolat) Koarmada II," jelas Rafael.

Baca Juga: Puspotdirga Gelar Sosialisasi dan Bimtek RRWP di Lanud Adi Soemarmo: Menata Penggelaran Kekuatan TNI AU

Adapun KRI Sultan Iskandar Muda sebagai Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL akan menggantikan KRI Diponegoro-365 yang saat ini tergabung dalam Satgas MTF Konga XXVIII-O UNIFIL, pada awal 2025 mendatang.

Total terdapat 120 prajurit Satgas MTF XXVIII-P UNIFIL dijadwalkan berangkat ke Lebanon, pada Desember 2024. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabiddukkum Babinkum TNI Kolonel Laut (H) R. Deni Nugraha Ramdani saat memberikan pembekalan hukum pada latihan pratugas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL di, Surabaya, Jumat (4/10).

"Satgas MTF ini akan on board di atas KRI Sultan Iskandar Muda, dipimpin Letkol Laut (P) Anugrah Anurullah. Direncanakan berangkat ke Lebanon medio Desember," ungkap Deni. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.