TNI Terjunkan Prajurit Evakuasi Korban Longsor di Gorontalo

Jakarta, IDM - TNI AD menerjunkan prajuritnya dari Yonif 713/Satya Tama (ST) untuk operasi penyelamatan dan pencarian korban akibat tanah longsor di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Danyonif 713/ST, Letkol Inf Ambariyantomo mengatakan perintah cepat diberikan untuk membantu pemerintah dalam proses penyisiran dan evakuasi korban dilokasi bencana yang sangat rawan yakni di pertambangan rakyat Suwawa.
Baca Juga: Latopsla Aspek Udara, 6 Unsur SSAT Hadapi Invasi Kapal Selam Musuh
"Meski dihadapkan dengan medan yang sulit dijangkau, para prajurit Satya Tama terus berjuang dan berjibaku. Sampai dengan saat ini, upaya pencarian korban terus dilakukan dengan mengutamakan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait," kata Letkol Inf Ambariyantomo dalam keterangannya dikutip, Rabu, (10/7).

TNI sendiri memulai evakuasi korban sejak tanggal 8 Juli 2024 dan masih berjalan. Fokus diutamakan adalah penyelamatan warga yang selamat.
Sementara itu dilansir dari Antara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Hariyanto di Gorontalo mengatakan data yang tercatat dan sudah terkonfirmasi pada Selasa, (9/7) pukul 23.00 WITA, total keseluruhan korban mencapai 173 orang.
Baca Juga: Taifib Turunkan Tim Rubber Duck untuk Penanggulangan Bencana di Selat Madura
"Rinciannya 23 orang meninggal dunia, yang selamat 81 orang, dan masih dalam pencarian sebanyak 33 orang," kata Hariyanto.
Menurutnya korban yang selamat dari bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (6/7) malam, sebagian besar mengalami luka-luka hingga patah tulang, dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































