HANKAM

TNI Terjun Rehab SD Rusak di Puncak Jaya Papua Tengah

SD Inpres Mulia Puncak Jaya
Prajurit TNI dari Satgas Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha merehab SD Inpres Mulia Puncak Jaya. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI melalui prajurit dari Satuan Tugas Batalion Infanteri (Satgas Yonif) 743/Pradnya Samapta Yudha terjun untuk merehabilitasi Sekolah Dasar (SD) Inpres Mulia, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (16/6).

Perbaikan dilakukan di sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan, mulai dari tembok ruang kelas, plafon, pengecatan dinding dan pagar sekolah, hingga fasilitas pendukung lain yang selama ini membutuhkan perhatian.

Baca Juga: Kaskoopsudnas Tinjau Pembangunan Satuan Baru dan Kesiapan Operasional Lanud Haluoleo

Danpos Usir Letda (Inf) Joury mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian Satgas Yonif 743/PSY terhadap masyarakat Papua, khususnya dalam mendukung pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

SD Inpres Mulia Puncak Jaya
Perbaikan dilakukan di sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan, mulai dari tembok ruang kelas, plafon, pengecatan dinding dan pagar sekolah, hingga fasilitas pendukung lain. (Foto: Dok. Puspen TNI)

"Anak-anak adalah masa depan Papua. Kami ingin mereka belajar di tempat yang nyaman dan layak sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki cita-cita tinggi. Semoga renovasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga sekolah,” kata Joury, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Rabu (17/6).

Baca Juga: Kemhan: Manajer Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih akan Ikuti Latsarmil Komcad

Sementara itu, Kepala SD Inpres Mulia Markus Tandiayu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Satgas Yonif 743/PSY atas bantuan yang diberikan.

"Kami sangat terbantu. Sekolah kami kini terlihat lebih baik dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Semoga kebaikan yang telah diberikan menjadi berkat bagi seluruh anggota satgas dan membawa semangat baru bagi anak-anak kami,” tutur Markus.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.