TNI Temukan Jenazah Korban Terakhir yang Ditembak OPM di Trans Papua

Jakarta, IDM – TNI melalui Komando Operasi (Koops) TNI Habema menemukan sekaligus mengevakuasi jenazah korban terakhir yang ditembak mati kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (31/7).
Korban terakhir yang dievakuasi atas nama Teina Ayla, asal Una Ukam, Yahukimo. Sebelumnya, Koops TNI Habema telah mengevakuasi pasangan suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, pada Kamis (23/7).
Ketiga korban tersebut dibunuh OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo) di Jalan Trans Papua, Yahukimo, Senin (20/7).
Baca Juga: Deputi Geostrategi DPN: Papua Selatan jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Adapun Teina Ayla ditemukan di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
“Setelah menerima informasi mengenai keberadaan jenazah di lokasi longsoran Kali Kolof, personel Koops TNI Habema segera menyusun operasi evakuasi dengan mempertimbangkan aspek keamanan personel, kondisi medan, serta penghormatan terhadap korban dan keluarganya,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Sabtu (1/8).
Berdasarkan pengamatan dari drone, lokasi keberadaan jenazah berada di longsoran Kali Kolof dengan kedalaman 50 meter dan berjarak 100 meter dari lokasi penembakan.

“Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM,” kata Wirya.
Wirya mengatakan, proses evakuasi dilakukan di medan yang tidak mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rapelling.
Baca Juga: Siswa Lintasi Tali Baja Viral, TNI AD: Jembatan Baru Sedang Dibangun
Sebelum proses evakuasi, personel Koops TNI Habema terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan.
“Setelah kondisi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Dengan penuh kehati-hatian dan tetap mengedepankan penghormatan kepada korban, jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah, kemudian diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing,” ujar Wirya.
Jenazah kemudian dibawa menuju RSUD Dekai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































