HANKAM

TNI Tembak Mati Komandan OPM Enos Tipagau

Barang bukti
Barang bukti yang dikumpulkan TNI dari lokasi kejadian. (Foto: Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Satuan gabungan TNI menembak mati tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM), Enos Tipagau di Kampung Baitapa, Distrik Baitapa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu, (5/7). Enos merupakan Komandan Batalyon Kodap VIII Soanggama.

Dilansir dari keterangan Puspen TNI, Minggu (6/7) Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan keberhasilan operasi ini berdasarkan informasi dari masyarakat dan aparat TNI melakukan pengejaran.

"Enos dihadang di jalur yang berada di ketinggian. Jalur ini digunakan untuk meloloskan diri. TNI berhasil melumpuhkan Enos Tipagau dan tewas di lokasi. Tidak ada korban dari pihak TNI maupun masyarakat sipil," kata Kristomei.

Baca Juga: TNI AD Gelar Sidang Disiplin Militer terhadap Prajurit yang Terlibat Judol

Enos tercatat dalam daftar pelaku kekerasan bersenjata di Intan Jaya. Ia bertanggung jawab atas serangkaian aksi brutal, seperti penembakan warga sipil termasuk petani, pekerja bangunan, dan tokoh agama lokal.

"Bahkan, kelompoknya kerap membunuh masyarakat asli Papua yang mendukung kehadiran negara, tanpa ragu sedikit pun," jelas Kristomei.

Lebih lanjut kata Kristomei, kelompok Kodap VIII Soanggama juga melakukan pembakaran rumah warga, honai adat, sekolah, dan puskesmas. Mereka menyandera warga serta tenaga kerja proyek infrastruktur dan juga sering melancarkan serangan mendadak ke pos TNI/Polri dengan melibatkan remaja dan anak muda sebagai tameng tempur.

Baca Juga: Uji Nyali Sang “Venom” Terbangkan KF-21 Boramae

"Kelompok ini juga menyebarkan propaganda provokatif, hoaks, dan video manipulatif untuk membakar sentimen anti-pemerintah dan memecah belah persatuan bangsa. Tindakan ini bukan hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga menghancurkan masa depan masyarakat Papua itu sendiri,” tambah Kristomei.

Dalam operasi ini, TNI juga berhasil mengumpulkan barang bukti dari lokasi yaitu enam anak panah, satu busur panah, dua unit telepon genggam, speaker, noken, kalung, dan satu bendera bintang kejora. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.