TNI Targetkan Cetak 10.000 Sawah di Kalimantan Utara

Jakarta, IDM – Panglima Kodam VI/Mulawarman (Mlw), Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengatakan pihaknya menargetkan di tahun ini (2025) melalui program cetak sawah akan membuka 10.000 hektare lahan baru. Hal ini dikatakannya saat melaksanakan kunjungan kerja di Kodim 0903/Bulungan, Senin (13/1/25).
Dilansir keterangan Pendam VI/Mlw, Selasa, (14/1) Rudy juga menginstruksikan jajaran Kodim untuk mendukung penuh program cetak sawah di Kalimantan Utara, ia berpesan agar program ini dilaksanakan secara optimal dan bebas dari penyelewengan.
Baca Juga: Bakti Sosial TNI, Bantu Kaki Palsu untuk Warga Papua
Lebih lanjut Rudy menekankan pentingnya semangat dan dedikasi dalam menjalankan tugas, khususnya dalam membina hubungan dengan masyarakat. Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial diharapkan terus hadir di tengah masyarakat, memahami dan membantu menyelesaikan kesulitan rakyat.
"Keunggulan kita yang tidak dimiliki negara lain adalah kemampuan teritorial. Babinsa harus menjadi yang terdepan dalam memenangkan hati dan pikiran rakyat," tegas Rudy.
Baca Juga: Bakamla Berencana Bangun Dua Kapal Buatan Dalam Negeri
Mengakhiri kunjungannya, Pangdam mengingatkan seluruh personel untuk menjaga disiplin dan menghindari pelanggaran. "Saya ingin Kodam VI/Mulawarman bersih dari pelanggaran. Laksanakan tugas dengan baik dan jadilah pelopor dalam penguatan teritorial," pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































