HANKAM

Bakamla Berencana Bangun Dua Kapal Buatan Dalam Negeri

Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah
Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah memimpin upacara HUT ke-19 Bakamla. (IDM/Umamah)

Jakarta, IDM – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksdya TNI Irvansyah mengatakan pihaknya berencana membangun dua kapal buatan galangan kapal dalam negeri di Batam, Kepulauan Riau. Ia memproyeksikan kapal tersebut bisa digunakan pada 2026.

"Tahun ini mudah-mudahan kita bisa mulai membangun 2 kapal dari pinjaman (dana) dalam negeri," ujar Irvansyah usai memimpin upacara HUT ke-19 Bakamla di Jakarta, Selasa (14/1).

"Perkiranya 2026 udah bisa dipakai," tambahnya.

Baca Juga: HUT ke-19, Kepala Bakamla Minta Personel Kerja Keras Jawab Tantangan Global dan Regional

Irvansyah merinci dua kapal berukuran yang dibuat berukuran panjang 80 meter dan 60 meter akan dilengkapi laboratorium pemeriksaan.

"Nanti semua kapal bakal melayari kita lengkapi dengan laboratorium di tengah laut. Jadi kalau kita memeriksa narkoba, mineral, kita langsung bisa cek di tengah laut. Tidak menghabiskan waktu banyak," terang Irvansyah.

Ia menjelaskan bila sebelumnya pemeriksaan memakan waktu berhari-hari, kapal itu diharapkan dapat memangkas waktu sehingga dapat menghemat ongkos operasional kapal yang diperiksa.

"Kapal itu kita bawa ke pangkalan, periksa 2-3 hari baru kita selesaikan. Harapannya 1-2 jam di laut selesai periksa," tutur Irvansyah.

Baca Juga: Bakti Sosial TNI, Bantu Kaki Palsu untuk Warga Papua

"Bisa berlayar lagi sehingga ongkos pekerja mereka ini operasionalnya tidak terlalu tinggi, dan tidak menyita waktu terlalu banyak. Sehingga mereka bisa terlambat masuk ke pelabuhan tertentu," sambungnya.

Selain itu, Irvansyah mengatakan pelibatan galangan kapal dalam negeri dilakukannya untuk mendukung kemandirian produksi.

"Melihat usaha galangan kapal di Indonesia yang sudah luar biasa sebenarnya. Haram bagi saya beli dari kapal luar negeri, haram," ujarnya. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.