TNI Sulap SD di Kampung Asai jadi Lebih Layak, Pendidikan Anak Papua Makin Terdukung

Jakarta, IDM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 kembali menunjukkan dampaknya bagi masyarakat.
Kali ini, Kodim 1801/Manokwari melakukan perbaikan terhadap SD Inpres 62 Asai yang berada di Kampung Asai, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari.
Renovasi dilakukan menyeluruh, mulai dari ruang kelas hingga penataan lingkungan sekolah.
Langkah ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa.
Komandan Satgas TMMD ke-128, Davit Sutrisno Sirait, menegaskan peran TNI tidak hanya terbatas pada pertahanan, tetapi juga pembangunan masyarakat.
“Perbaikan sekolah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” ujar Davit.
Baca Juga: Terbatasnya Tenaga Kerja Saat Musim Tanam, Satgas Pamtas Bantu Petani Tanami Padi
Sementara itu, Kepala sekolah, Melkianus Wabia, menyampaikan bahwa perubahan fisik sekolah membawa dampak psikologis positif bagi para siswa.
“Dengan kondisi sekolah yang lebih baik, anak-anak menjadi lebih semangat untuk belajar,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































