TNI Soal Pembebasan Kapten Philip: Keselamatan Sandera Jadi Prioritas

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto menjelaskan, dalam proses pembebasan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens, pihaknya mengutamakan dan memprioritaskan keselamatan sandera.
“TNI sejak awal berkomtimen unyuk melakukan segala upaya guna memastikan keselamatan sandera. Kami mengapresiasi kesabaran dan dukungan dari keluarga korban selama proses ini berlangsung,” kata Hariyanto dalam keterangan resminya.
Philip, yang juga merupakan warga negara Selandia Baru, telah menjadi sandera kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya selama 1 tahun 7 bulan, sejak 7 Februari 2023. Sejak dibebaskan, Kapten Philip mengaku senang akrena bisa kembali bertemu dengan keluarganya.
Baca Juga: Angkatan Laut Akan Libatkan 4.910 Prajurit pada HUT Ke-79 TNI
“Saya akhirnya sudah keluar. Saya senang sekali saya sudah bisa sekarang pulang dan (bersama) keluarga saya lagi,” kata Philip saat dihadirkan dalam jumpa pers di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (21/9) lalu.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya keluar dari sanderaan kelompok kriminal bersenjata itu.
“Terima kasih, semua orang yang bantu. Hari ini jadi saya bisa keluar dengan kondisi yang sama dan sehat. Terima kasih banyak semuanya,” sambung Philip.
Baca Juga: Bertemu Sekjen Kemhan, KSAL Bicarakan Arahan Prabowo Bangun Kekuatan TNI AL
Dalam proses pembebasan ini, pemerintah Indonesia berupa untuk mengedepankan pendekatan soft approach, salah satunya dengan melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat, termasuk keluarga Egianus Kogoya.
Setelah dibebaskan, Philip yang merupakan warga negara Selandia Baru itu kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu (21/9) malam, Philip kemudian diserahkan oleh pemerintah Indonesia kepada Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia.
Sebelum penyerahan berlangsung, Kapten Philip telah menjalani beberapa tretment antara lain, pemeriksaan medis dan psikologi, serta pengambilan keterangan di Timika, Mimika, Papua. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































