TNI Siagakan 30.151 Prajurit Antisipasi Banjir Susulan di Aceh-Sumut-Sumbar

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyiagakan lebih dari 30.000 prajurit untuk mengantisipasi banjir susulan di tiga provinsi terdampak bencana.
“Saya sudah mengerahkan 30.151 orang (personel) di semua wilayah yang terdampak dengan kelengkapannya,” kata Agus kepada awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).
Baca Juga: Panglima TNI dan KSAD Jelaskan Beras Berceceran saat Airdrop Bantuan Bencana Banjir-Longsor
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan bahwa 30.151 personel itu berasal dari tiga matra.
“Jumlah keseluruhan personel TNI yang terlibat dalam penanggulangan bencana meliputi TNI AD, TNI AL, dan TNI AU di tiga lokasi bencana yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujar Freddy.
Diketahui, banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Akibatnya, 753 jiwa dinyatakan meninggal dunia yang tersebar di tiga provinsi.
TNI telah mengerahkan 16.068 personel dari tiga matra yang tersebar di berbagai titik untuk memastikan situasi tetap kondusif, mendukung evakuasi warga, dan menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Buka TMMD Perdana, Danlanud Suryadarma: Kita Harus Berjuang Bersama Rakyat
Selain itu, TNI juga mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti pesawat, helikopter, hingga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk proses evakuasi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Para prajurit TNI bersama unsur pemerintah daerah melakukan evakuasi menggunakan kombinasi jalur darat, air, dan udara sesuai kondisi medan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































