HANKAM

TNI Segera Resmikan Satuan Radar 208 dan Batalion Hanud 23 Pasgat di Sulsel

Pangkohanudnas Marsdya Andyawan Martono
Pangkohanudnas Marsdya Andyawan Martono meninjau Batalion Hanud 23 Pasukan Gerak Cepat. (Foto: Dok. Pen Kohanudnas)

Jakarta, IDM – TNI akan meresmikan satuan radar (satrad) dan batalion pertahanan udara (hanud) di wilayah Sulawesi Selatan.

Terbaru, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono beserta jajaran telah meninjau operasional Satrad 208 Takalar dan Batalion Hanud 23 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat), pada Jumat (24/7) lalu, sebelum peresmian kedua satuan tersebut.

Peninjauan Yon Hanud 23 Pasgat disambut langsung oleh Komandan Batalion Letkol (Pas) Trubus Dedy Nurcahya beserta jajaran.

Baca Juga: TNI AD Harus Penuhi Syarat Ini sebelum Bangun Yon TP di Kawasan Hutan

Kemudian, dilanjutkan paparan komando mengenai kesiapan operasional satuan yang meliputi kondisi alat peralatan pertahanan (alpahan), personel serta dukungan operasi.

Setiawan
Pada waktu yang sama, Asops Kaskohanudnas Marsma TNI Setiawan meninjau kesiapan Satrad 208 Takalar. (Foto: Dok. Pen Kohanudnas)

Pada waktu yang sama, Asisten Operasi Kepala Staf Kohanudnas (Asops Kaskohanudnas) Marsma TNI Setiawan meninjau kesiapan Satrad 208 Takalar dan diterima Letkol (Lek) Hadi P. Doly Palondongan.

“Peninjauan difokuskan pada kesiapan radar, fasilitas pendukung, dan aspek operasional guna memastikan satuan yang akan segera diresmikan tersebut siap beroperasi secara optimal sejak hari pertama pengoperasian,” tulis siaran pers Kohanudnas, dikutip Rabu (29/7).

Baca Juga: Seskoad: Konsep Sishankamrata Perlu Bertransformasi ke Ekosistem Pertahanan Adaptif

Pembangunan sistem radar tersebut sebagai bagian dari penguatan jaringan sensor pertahanan udara nasional.

Kehadiran Satrad 208 akan memperkuat kemampuan deteksi dini. Sementara itu, Batalion Hanud 23 Pasgat akan meningkatkan kesiapan unsur penindak dalam merespons setiap potensi ancaman.

Kohanudnas menyatakan, sinergi kedua satuan tersebut akan memperkuat efektivitas sistem pertahanan udara nasional yang semakin adaptif, terintegrasi, dan responsif dalam menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia, khususnya di kawasan strategis Indonesia Timur.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.