HANKAM

TNI Sampaikan Kronologi Tewasnya Anak Perempuan Ditembak OPM di Tembagapura

Kapen Koops TNI Habema Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna
Kapen Koops TNI Habema Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna. (Foto: Dok. Koops TNI Habema)

Jakarta, IDM – TNI menyampaikan kronologi tewasnya seorang anak perempuan berkisar umur 12-15 tahun ditembak kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Guspi Waker di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Mimika, Timika, Papua Tengah, Kamis (7/5).

Sebelum kejadian, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai.

Tak lama kemudian, terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar pemukiman warga. Situasi mencekam pun terjadi di tengah masyarakat sipil yang sedang beraktivitas bersama keluarga mereka.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, Marsma TNI Erwin Sugiandi Pegang Tongkat Pimpinan Kodau I

Akibat dari serangan itu, seorang anak perempuan meninggal dunia akibat luka tembak. Korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sampai rumah sakit. Sementara satu warga mengalami luka pada betis kiri dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

“Sejumlah warga lainnya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman demi menyelamatkan keluarga mereka dari ancaman kelompok bersenjata,” tulis siaran pers Koops TNI Habema, dikutip Minggu (10/5).

Pusat Penerangan TNI menyatakan, dalam menghadapi ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip rules of engagement (ROE) dengan bertindak secara terukur, profesional, dan sesuai hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Baca Juga: Danlanud Roesmin Nurjadin: KKRI Bentuk Karakter Generasi Muda yang Disiplin dan Berintegritas

“Dengan berpegang pada prinsip salus populi suprema lex esto di mana keselamatan rakyat merupakan prioritas utama, prajurit TNI segera mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga lain ke tempat yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan,” tulis siaran pers Puspen TNI.

Saat ini, Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terhadap insiden tersebut, sekaligus meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.