TNI-Polri Tak Perlu Khawatir Lagi Gunakan Senjata Produk Dalam Negeri

Jakarta, IDM - Direktur Utama (Dirut) PT Pindad (Persero) Abraham Mose sebagai distributor utama persenjataan di Indonesia memastikan TNI-Polri tak perlu khawatir lagi menggunakan senjata produk dalam negeri.
"Kalau kita bicara senjata kan kita bicara dua hal yaitu kekuatan dan ketepatan. Kita sudah mampu kembangkan senjata AM1, kemudian itu sekelas M4 yang merupakan perpaduan M-16 atau AK yang luar biasa dan menjadi favorit TNI-Polri," kata Abraham saat konferensi pers di Senayan, Senin, (1/7).
Baca Juga: PTDI Ungkap Pesawat N219 Amfibi Uji Terbang Perdana Tahun Depan
Ia juga mengatakan saat ini sistem persenjataan baru juga digunakan Kopassus yang dahulunya menggunakan HK416 sekarang berganti dengan Caracal 816 yang juga merupakan produksi Pindad.
"Begitu juga dengan senjata yang kita punya untuk sniper, kita mempunyai senjata paling jauh jarak tembak 2 kilometer, dan paling dekat kurang lebih sekitar 850-900 meter. Kita buat senjata SS, untuk jarak yang belum terpenuhi yaitu 350-600 meter. Jadi semua jarak itu terisi. Sehingga tidak ada kekhawatiran lagi untuk dipakai oleh TNI kita," kata Abraham.
Baca Juga: HUT Ke-79 RI, TNI AL Akan Siapkan LPD Angkut Pasukan ke IKN
Lebih lanjut di peluru dan pistol, Abraham mengatakan Pindad menghasilkan pistol Armo V3 untuk kelas for IPSC, kemudian ada G2 Premium dan pistol host defence.
"Jadi sudah lebih ringan, sudah mengikuti standar kalau kita akan masuk ke kelas IPSC juga sudah lebih baik untuk digunakan. Dan ke depan kita terus mengembangkan kebutuhan-kebutuhan yang diminta oleh TNI-Polri kita. Jadi inovasi terus kita kembangkan," kata Abraham. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































