TNI Percepat Pembangunan 1.050 Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jakarta, IDM – TNI berkolaborasi dengan (TNI) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jadi salah satu faktor utama percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh.
BNPB mencatat sebanyak 1.050 unit huntara telah berhasil dibangun hasil kolaborasi BNPB, TNI, dan Danantara.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan sinergi lintas sektor, khususnya dukungan personel TNI di lapangan, membuat pembangunan huntara dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Baca Juga: Prajurit Kopassus Bersihkan Sungai Cibanten
“Per hari ini yang terbangun 1.050 unit. Proses ini bisa berjalan cepat karena ada dukungan penuh dari TNI, baik dalam pembangunan fisik maupun pengamanan lokasi,” ujar Suharyanto saat memaparkan laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Dari total huntara yang telah terbangun, 600 unit dibangun oleh Danantara, sementara 450 unit lainnya dibangun oleh BNPB dengan dukungan tenaga dan logistik dari unsur TNI.
Personel TNI dikerahkan untuk membantu pekerjaan konstruksi, distribusi material, serta penataan kawasan hunian terpusat.
BNPB mencatat, jumlah rumah rusak berat akibat bencana di Aceh mencapai 61.795 unit, dengan 23.432 kepala keluarga mengajukan hunian sementara. Namun, tidak seluruh warga memilih tinggal di hunian terpusat.
Sebanyak 11.414 warga memilih tinggal bersama keluarga, dan untuk kelompok ini pemerintah menyalurkan bantuan sewa rumah sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan selama tiga bulan.
Baca Juga: Kunjungi Yon TP 861 di Wanam Merauke, Menhan: Batalion Ini Harus Selalu Menang di Daerah Operasi
“Bantuan sewa rumah sudah kami salurkan dua hari yang lalu,” kata Suharyanto.
Selain huntara terpusat, BNPB bersama TNI juga membangun hunian sementara mandiri bagi warga yang memilih tetap tinggal di sekitar lokasi rumahnya yang rusak berat.
“Hunian mandiri ini juga kami layani dan sudah mulai dibangun dengan dukungan TNI di lapangan,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































