HANKAM

TNI-Militer Singapura Berbagi Data Intelijen, Analisa Potensi Terorisme Dampak Konflik Timur Tengah

TNI dan SAF
TNI dan SAF menggelar pertemuan ke-24 ISJIC. Delegasi Indonesia dipimpin Asintel Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI dan militer Singapura, dalam hal ini Singapore Armed Forces (SAF), berbagi data intelijen lewat pertemuan ke-24 Indonesia-Singapore Joint Intelligence Committee (ISJIC) yang diselenggarakan oleh Military Intelligence Organisation (MIO) kedua angkatan bersenjata.

Pertemuan ke-24 ISJIC itu digelar di kompleks Kementerian Pertahanan Singapura atau Ministry of Defence (MINDEF), pada 10-12 Juni 2026. Delegasi Indonesia dipimpin Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto.

Baca Juga: Gelar Pasukan di Cilandak, Pangkormar Cek Marinir yang Mau Dikirim Latihan Perang ke Hawaii

“Kedua negara melaksanakan pertukaran informasi serta pandangan strategis terkait perkembangan keamanan di kawasan, termasuk analisa potensi kerawanan terorisme dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, Jumat (19/6).

Mayjen Rio menekankan bahwa kompleksitas ancaman keamanan saat ini membutuhkan penguatan kerja sama intelijen, pertukaran informasi yang cepat dan akurat, serta peningkatan kepercayaan antarlembaga dalam menghadapi berbagai ancaman transnasional.

TNI dan SAF
Kedua negara menukar informasi serta pandangan strategis terkait perkembangan keamanan di kawasan, termasuk analisa potensi kerawanan terorisme. (Kedua negara menukar informasi serta pandangan strategis terkait perkembangan keamanan di kawasan, termasuk analisa potensi kerawanan terorisme. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Puspen TNI menyatakan, pertemuan ke-24 ISJIC menjadi salah satu wujud komitmen TNI dalam memperkuat diplomasi pertahanan dan kerja sama intelijen dengan negara sahabat untuk menghadapi dinamika ancaman keamanan regional maupun global agar tercipta kawasan yang aman, stabil, dan kondusif.

Baca Juga: Kenapa Marinir Masukkan Materi Pertanian-Ekonomi di Latihan Komcad Manajer Merah Putih?

Selain agenda pertemuan, delegasi Indonesia juga ke Counter-Terrorism Information Facility (CTIF) di Changi Naval Base, Singapura.

Dalam kunjungan tersebut, Asintel Panglima TNI menyampaikan apresiasi terhadap peran CTIF dalam mendukung kerja sama kontraterorisme regional melalui mekanisme berbagi informasi, peningkatan kapasitas, serta penguatan pemahaman bersama terhadap perkembangan ancaman keamanan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.