HANKAM

TNI Kuasai Markas OPM di Papua Barat Daya, Tembak Mati Dua Anggota Kodap dan Sita Senjata

Barang bukti OPM
TNI mengamankan barang bukti setelah menguasai markas OPM di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. (Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema)

Jakarta, IDM – TNI yang terdiri dari Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Satuan Tugas (Satgas) Rajawali V, dan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalion Infanteri (Yonif) 9 Marinir berhasil menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10).

Penguasaan wilayah bermula dari pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem Danops Kodap Sorong Raya, yang terdeteksi melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan.

Setelah didalami dan merencanakan operasi secara matang, tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran untuk melaksanakan tindakan sesuai prosedur, selektif, terukur, profesional serta berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Tim Alfa TNI Terjun Tangani Sisa Karhutla di Kalbar

“Tim gabungan memperoleh kontak visual terhadap sasaran di wilayah Distrik Aifat Selatan dan melaksanakan tindakan secara terukur. Dalam kejadian tersebut, dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan meninggal dunia, masing-masing atas nama Arso Aisnak dan Yohanes Ky,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya.

Sementara itu, anggota OPM lain berhasil melarikan diri dari lokasi. Saat ini, personel gabungan TNI masih mengejar anggota OPM lain yang kabur.

Dari lokasi kejadian, personel TNI mengamankan sejumlah barang bukti yang berdasarkan identifikasi awal berupa satu pucuk senjata api revolver, sepuluh butir munisi, handy talky (HT), bendera bintang kejora, serta perlengkapan pendukung lain.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen Riyanto menekankan bahwa setiap pelaksanaan operasi selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Direncanakan Hadir dalam Puncak Perayaan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujar Brigjen Riyanto.

Brigjen Riyanto juga mengajak kepada seluruh anggota OPM yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” kata Brigjen Riyanto.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.