TNI Kirim 24 Personel Nakes untuk Satgas Mobil Kesehatan di Aceh

Jakarta, IDM - TNI mengirimkan 24 personel tenaga kesehatan dalam operasi penanggulangan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh.
Para personel tersebut dari tenaga kesehatan TNI Angkatan Darat itu telah diberangkatkan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Baca Juga: Dengan Jalan Kaki, TNI Evakuasi Dua Lansia Penderita Stroke di Aceh
“Sudah sampai di Aceh Tamiang sebanyak 24 orang dengan komposisi enam dokter spesialis, kemudian enam perawat, empat orang umum, dan delapan bintara maupun tamtama evakuasi,” ujar Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen Osmar Silalahi dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (12/12).
Nantinya, para nakes tersebut akan menjadi satgas mobil kesehatan yang beroperasi di wilayah Aceh.
Hingga hari ini, TNI telah mengerahkan 33.860 personel untuk membantu penanggulangan bencana di Sumatra. Selain itu, TNI mengerahkan 79 alat utama sistem persenjataan (alutsista), meliputi pesawat fixed wing, rotary wing, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), hingga kapal Angkatan Darat RI (ADRI) yang telah difungsikan untuk distribusi logistik dan mobilisasi pasukan.
Baca Juga: 448 Ton Bantuan Pascabencana Telah Masuk ke Lanud Sultan Iskandar Muda
Bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat juga terus mengalir. Hingga saat ini, total 2.230,5 ton logistik telah disalurkan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal laut, kendaraan darat, speedboat, sepeda motor, hingga upaya langsung oleh prajurit di lapangan.
Di samping itu, Wakapuspen TNI menegaskan komitmen TNI dalam memastikan distribusi bantuan menjangkau daerah yang sulit diakses. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































