HANKAM

TNI Kirim 2 Ton Logistik ke Puncak Jaya, Tempuh 12 Hari Perjalanan

Koops TNI Habema
Koops TNI Habema menyalurkan bantuan kemanusiaan ke tiga distrik di Puncak Jaya. (Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema)

Jakarta, IDM – TNI melalui Koops TNI Habema melaksanakan operasi bantuan kemanusiaan ke Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, yang mengalami cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem itu menyebabkan kekeringan, gagal panen, serta berujung keterbatasan bahan pangan bagi masyarakat di tiga distrik tersebut.

Koops TNI Habema kemudian mengirimkan bantuan logistik seberat dua ton ke tiga distrik tersebut. Bantuan berupa paket sembako, obat-obatan, hingga susu bagi anak-anak.

Baca Juga: Indonesia-Malaysia Kembali Gelar Latma Kekar Malindo, Sudah Dimulai Sejak 1977

Melansir keterangan Penerangan Koops TNI Habema, Senin (3/8), keterbatasan lokasi pendaratan pesawat mengharuskan bantuan diturunkan di titik yang berjarak 120 kilometer dari sejumlah distrik tujuan.

“Dari lokasi pendaratan pesawat, personel Koops TNI Habema harus memikul seluruh logistik melintasi lereng-lereng curam, lembah, sungai, dan jalur pegunungan untuk dapat mencapai titik tujuan di ketiga distrik tersebut,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna.

Koops TNI Habema
Personel Koops TNI Habema harus memikul seluruh logistik melintasi lereng-lereng curam, lembah, sungai, dan jalur pegunungan. (Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema)

Wirya menambahkan, selama proses perjalanan, para prajurit dihadapkan dengan kabut tebal yang datang tiba-tiba, hujan, suhu rendah yang mencapai -3 derajat celcius, sehingga mengharuskan para personel membangun tempat peristirahatan sementara di sekitaran lereng gunung dan hutan.

“Namun, seluruh personel tetap bergerak tanpa mengenal lelah demi memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima oleh masyarakat yang telah berbulan-bulan menghadapi kekeringan dan krisis pangan,” kata Wirya.

Baca Juga: Alumni Akmil 1992-1996 Berkumpul, Siap Dukung Program Pemerintah

Setelah 12 hari perjalanan yang ditempuh mencapai ketiga distrik, bantuan akhirnya dapat disalurkan pada Jumat (31/7) dan Sabtu (1/8).

Seluruh logistik diangkut menggunakan transportasi udara sebagai satu-satunya akses tercepat menuju wilayah yang terisolasi akibat kondisi geografis pegunungan Papua.

"Kami mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Koops TNI Habema. Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami. Sejak Juni hingga sekarang kami menghadapi kekeringan dan kesulitan pangan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” kata Kepala Distrik Lambewi Lanius Wenda.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.