HANKAM

TNI Kerahkan Dua KRI, Pesawat CN-235 hingga Kopaska Respons Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

KRI Teluk Ende-517
KRI Teluk Ende-517. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) beserta prajurit merespons insiden tenggelamnya kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Selasa (2/7), sekitar pukul 23.30 WITA.

Kapal yang mengangkut puluhan penumpang tersebut dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

Jajaran Komando Armada (Koarmada) II langsung mengerahkan unsur-unsur mereka dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Baca Juga: Lanud Roesmin Nurjadin Mantapkan Persiapan Jelang Kedatangan Pesawat Tempur Rafale

Unsur-unsur yang diterjunkan meliputi KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu pesawat udara (pesud) CN-235, dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL), satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dukungan tim penyelam dan pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska).

“Operasi ini dipimpin langsung oleh Danguspurla (Komandan Gugus Tempur Laut) Koarmada II dan melibatkan kerja sama dengan instansi terkait lainnya,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi dalam keterangannya, Jumat (4/7).

evakuasi
Salah satu prajurit TNI terlibat dalam proses evakuasi tenggelamnya kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Kristomei menyatakan, pengerahan alutsista dan prajurit ini merupakan implementasi dari tugas TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 13, yaitu "membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)". TNI senantiasa siap menjalankan tugas kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara.

Baca Juga: Jenderal Kopassus Resmi Jabat Pangdam Jaya Jayakarta

TNI juga menyampaikan komitmen untuk terus memberikan bantuan kepada korban kecelakaan kapal tersebut.

“TNI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” kata Kristomei.

Kapuspen TNI mengatakan, misi kemanusiaan ini menjadi prioritas utama. TNI akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait dalam pencarian korban.

Baca Juga: 464 Anak Muda Papua Ikuti Seleksi Pantukhir Bintara PK TNI AD

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proses penyelamatan, serta keselamatan seluruh korban dan personel yang sedang bertugas di lapangan,” ujar Kristomei.

Data Puspen TNI menyebutkan, dari total penumpang dan awak kapal, 31 orang berhasil diselamatkan, 30 orang masih dalam pencarian, dan empat orang meninggal dunia.

“Proses evakuasi terus dilakukan secara intensif dengan prioritas keselamatan korban dan personel SAR yang bertugas. Tantangan utama dalam operasi ini adalah kondisi laut yang kurang bersahabat, namun TNI tetap berkomitmen maksimal dalam menjalankan misi kemanusiaan ini,” kata Kristomei. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.