TNI AL bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan bangkai kapal KMP Tunu Pratama yang dilaporkan hilang di Selat Bali. Pencarian dilakukan selama empat hari.
Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar yang tergabung dalam Operasi SAR Gabungan pencarian KMP Tunu Pratama Jaya, menerima dua jenazah korban yang ditemukan oleh nelayan di dua lokasi berbeda pada Rabu (9/7).
Prajurit Pos TNI AL (Posal) Muncar di bawah Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi dari jajaran Koarmada II kembali mengevakuasi mayat tanpa identitas yang diduga merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Memasuki hari keempat operasi SAR dan evakuasi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, TNI AL menyatakan telah mengevakuasi satu jenazah pada Minggu (6/7).
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap 29 orang korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali pada Sabtu (5/7). Koarmada II dan Pushidrosal turut membantu pencarian di hari keempat ini.
TNI mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) beserta prajurit merespons insiden tenggelamnya kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Selasa (2/7), sekitar pukul 23.30 WITA.