HANKAM

Kronologi TNI AL Temukan Bangkai KMP Tunu Pratama di Selat Bali, Seusai Empat Hari Pencarian

Penemuan bangkai kapal KMP Trunu Jaya.
TNI AL dan Basarnas berhasil menemukan bangkai kapal KMP Trunu Jaya yang tenggelam di dasar Selat Bali. Hal ini terkonfirmasi dari hasil pemetaan objek visual di dasar perairan, Sabtu (12/7). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan bangkai kapal KMP Tunu Pratama yang dilaporkan hilang di Selat Bali. Pencarian dilakukan selama empat hari.

"Penemuan tersebut melalui proses panjang dan penuh tantangan, yang berpuncak pada konfirmasi visual di dasar laut, pada Sabtu (12/7)" ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, dalam keterangannya, dikutip Senin (14/7).

Proses pencarian dimulai pada Rabu (9/7) menggunakan kapal bantu survei milik Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) yaitu KRI Spica-934.

Baca Juga: Tangis Bahagia Warnai Kelulusan Bintara PK TNI AD, Ada 18 Anak Yatim

Sekitar pukul 20.47 WIB, kapal itu mendeteksi sebuah objek bawah laut melalui teknologi multi beam echo sounder (MBES).

"Temuan objek dengan dimensi panjang 69,7 meter; lebar 11,6 meter; dan tinggi 12 meter itu berada di kedalaman 47-50 meter. Kemudian diberi label Ref. No.8," jelas Tunggul.

Keesokan harinya, pada Kamis (10/7) TNI AL kembali melibatkan armadanya, yakni kapal pemburu ranjau KRI Fanildo-723 untuk investigasi lanjutan menggunakan perangkat side scan sonar.

Penemuan bangkai kapal KMP Trunu Jaya.
(Foto: Dok. Dispenal)

Objek yang telah terdeteksi tersebut, berada dalam posisi terbalik di dasar laut, dan memiliki dimensi yang sesuai dengan KMP Tunu Pratama Jaya.

Baca Juga: Pimpin Upacara Penutupan Diksarmil, Danpasmar 1: Agen Perubahan di Masa Depan

"Kemudian, pada Jumat (11/7) tim penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) mencoba mengoperasikan alat remotely operated vehicle (ROV) untuk mengambil visual dari objek Ref No. 8. Namun, usaha gagal akibat arus laut sangat kuat," lanjut dia.

Tunggul mengatakan, pada Sabtu (12/7) sekitar pukul 08.00 WIB, tim penyelam yang ada di KRI Spica-934 kembali menuju lokasi objek Ref No. 8. Setelah dua kali penurunan kamera, tim hanya memperoleh gambar serpihan dan batu karang di dasar laut.

Namun, pada penurunan ketiga, pukul 11.41 WIB, kamera berhasil merekam video dan foto bangkai kapal yang teridentifikasi sebagai KMP Tunu Pratama Jaya dalam posisi terbalik. Hal ini dibuktikan dari ciri khas lambung, rampa, dan nama kapal tampak jelas dalam rekaman.

Baca Juga: SPPI Batch-3 Resmi Ditutup, 1.658 Komcad Siap Dukung Pertahanan Negara

"Konfirmasi resmi disampaikan oleh Deputi Operasi Basarnas pada pukul 16.36 WIB di hari yang sama. Ia menyatakan objek Ref No. 8 merupakan datum yang pasti dari bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya," kata Tunggul.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali saat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Menurut data manifes, kapal tersebut membawa 65 orang yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta 22 kendaraan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.