TNI Gelar Pelatihan Perawatan Korban Tempur Taktis

Jakarta, IDM - TNI menggelar latihan tactical combat casualty care (TCCC) di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (10/6). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen dr. Yenny Purnama.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Pasmar 1 Brigjen (Mar) Umar Farouq turut menghadiri pembukaan latihan bersama dengan satuan kesehatan lainnya di jajaran TNI, seperti Puskes TNI, Puskes TNI AD, Diskes TNI AU, Diskes TNI, Diskes Korps Marinir, dan Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Marinir.
Baca Juga: Tiga Bulan Masa Tugas, Prajurit Lintas Udara Yonif 432 Kostrad Konsisten Jaga Wilayah Nduga Atas
Adapun tactical combat casuality care merupakan bentuk pelatihan perawatan korban tempur taktis, yaitu standar perawatan dalam pengobatan pra-rumah sakit di medan tempur.

Dalam sambutannya, dr. Yenny mengatakan pelatihan TCCC meliputi kesiapan medis, penerapan standar perawatan korban tempur yang berfokus pada keterampilan menyelamatkan nyawa.
"Seperti kemampuan pengendalian perdarahan, penanganan cedera traumatis berat, penyumbatan saluran nalas, perawatan pra-rumah sakit di lokasi dan atau selama proses evakuasi korban," kata dr. Yenny, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Baca Juga: Mengenal Sekolah Darurat Satgas Buaya Putih di Papua
Selain itu, dr. Yenny menekankan, pelatihan TCCC bersifat integratif untuk menjalin kesamaan pemahaman, kesamaan skill, dan kesamaan teknis medis.
"Sehingga akan terbentuk suatu sinergitas yang kuat, tangguh dan kondusif sebagai kekuatan insan kesehatan TNI yang potensial dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































