TNI Gelar Latihan "Bhakti Kanyini Ausindo 2024" dengan Australia dan Amerika

Jakarta, IDM – TNI menggelar Latihan Gabungan Bersama Terpadu atau Latgabmapad "Bhakti Kanyini Ausindo 2024" dengan Australia dan Amerika Serikat.
Dilansir dari keterangan Puspen TNI, Kamis, (15/8) latihan ini sebagai bukti peningkatan kerjasama international Indonesia pada bidang pertahanan, kegiatan tersebut digelar di The Parliament House, Darwin beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Dandepohar Tutup Latihan Keterampilan I Aircraft Fuel System NAS 332 Super Puma Tahun 2024
Dalam sambutan pembukaan Mrs. Marc Monagan dari Legislative Assembly menyampaikan kebanggaannya kegiatan latihan ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana negara yang terlibat.

Usai pembukaan dilanjutkan Academic Class dengan materi penjelasan makanisme penanggulangan bencana di Australia.
Baca Juga: Identitas 5 KKB yang Tembak Pilot Asal Selandia Baru
TNI mengirimkan prajuritnya sebanyak 30 Orang dengan mengikutsertakan instansi BNPB sebanyak 2 orang dan Basarnas 2 orang, selanjutnya 30 orang dari ADF (Australia Defense Force), dan 25 Orang MRF-D (Marines Rotational Force). Sebagai Observer negara Inggris, Papua Nugini (PNG) dan Timor Leste. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































