TNI Fokus Penyuluhan Hukum Pinjol dan Judol

Jakarta, IDM – Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Laksamana Muda Kresno Buntoro mengatakan TNI sekarang fokus penyuluhan hukum kepada prajurit untuk pinjaman online (pinjol) atau judi online (judol). Hal ini dikatakannya terkait tindak lanjut TNI terhadap maraknya pinjol dan judol di kalangan prajurit TNI.
"Ya penyuluhan hukum sekarang difokuskan pada pinjol dan judol," kata Kababinkum di Kemenko Polhukam, Jumat (5/7/2024).
Baca Juga: Sebanyak 61 Prajurit Arhanud 1 Dianugerahi Penghargaan “Bintang Rajawali”
Lebih lanjut kata Kababinkum, mereka sudah membuat materi terkait ancaman dan sanksi terhadap prajurit yang terlibat pinjol dan judol.
"Termasuk bagaimana seandainya dia sudah terlibat, langkah apa yang harus mereka lakukan, sudah kami buat. Kami ada materinya untuk kami turunkan, bukan hanya di Babinkum, tapi dinas hukum angkatan sudah sama," kata Kababinkum.
Baca Juga: Beri Pembekalan Taruna Akmil, KSAD: Kembangkan Dirimu dengan Terus Belajar dan Berlatih
Ia pun memastikan jika prajurit yang terlibat sudah melewati proses peradilan dan terbukti salah satu sanksinya adalah pemecatan.
"Nanti kan melalui proses pengadilan, itu salah satu sanksinya pemecatan," tutup Kababinkum. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































